Kasus Dinar Candy berhasil bikin rezim Jokowi panik hingga ada kejanggalan ini

518
Jokowi

Selebriti kondang Dinar Candy baru-baru ini jadi perbincangan hangat lantaran aksinya menggunakan busana seksi di pinggir jalan. Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Lingkar Wajah Kemanusiaan, Muhammad Mualimin menilai dengan adanya kasus Dinar Candy itu menandakan rezim Jokowi mulai panik.

Mualimin menjelaskan, di balik kasus Dinar Candy yang melakukan aksi protes terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan berbikini di jalanan, sebenarnya menunjukkan kepanikan pemerintah.

Padahal faktanya, Dinar Candy masih berpakaian dalam menyampaikan aksi protes terhadap kebijakan PPKM yang diinisiasi pemerintah tersebut.

“Ini rezim Jokowi panik, padahal batasan pornografi tak jelas. Faktanya, Dinar Candy masih berpakaian kok waktu demo di pinggir jalan, dia tidak telanjang,” kata Mualimin menutip Rmol pada Jumat, 6 Agustus 2021.

Mualimin juga menjelaskan bahwa sebenarnya yang jadi masalah lantaran Dinar Candy merupakan artis dengan jumlah pengikut banyak di media sosial.

Ketenaran Dinar Candy inilah yang dicermati pemerintah karena rawan memicu gelombang aksi protes yang lebih besar dari masyarakat.

“Di Instagram saja pengikutnya ada 3,8 juta orang. Karena rezim takut demonya diikuti banyak orang, makanya Dinar dipidana dengan pasal karet dan tak jelas batasnya. Menurut pasal 36 UU Pornografi, pakaian DC (Dinar Candy) itu belum masuk kategori porno,” ujarnya.

Pihaknya juga mengungkapkan penetapan status tersangka Dinar juga dinilainya janggal dan tak masuk akal.

Pemerintah jangan alergi!

Sebab, kata Mualimin, Dinar Candy sendiri cuma menyampaikan pendapat kepada pemerintah layaknya seseorang yang sedang berunjuk rasa atau demo.

Dia pun mengimbau kepada pemerintah agar tidak alergi terhadap penyampaian pendapat semacam itu.

“Orang cuma mengangkat poster doang jadi tersangka. Ini kriminalisasi yang konyol. Itu kan demo biasa, jangan alergi lah pemerintahan ini,” tegasnya.

Di sisi lain, apa yang dilakukan Dinar Candi juga menjadi cerminan nyata kondisi masyarakat sedang susah.

Mualimin lantas menilai, apabila lapisan masyarakat kelas atas sudah mulai berunjuk rasa artinya perekenomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

“Kalau artis yang terkenal kelas mapan mulai demo, berarti krisis ekonomi sudah sangat parah. Orang kaya mulai jatuh miskin dan marah,” tutupnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here