Kasus Covid-19 Naik Lagi! Luhut Minta Masyarakat Jangan ke Luar Negeri dalam 2-3 Minggu ke Depan

254
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Pandemi Covid-19 di Indonesia ternyata masih belum usai. Dikabarkan, kasus positif Covid-19 kembali meningkat menjadi 802 orang.

Kabar tersebut diungkapkan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan berdasarkan data update 11 Januari 2022.

Menurut Luhut, dari jumlah penambahan kasus Covid-19, masih didominasi oleh Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).

Diketahui, dari total 537 kasus di Jakarta, pelaku perjalanan internasional menyumbang 435 kasus positif Covid-19.

“Saya ingin sampaikan pada teman-teman semua, hari ini jumlah kasus mencapai 802 kasus. Sebagian besar disumbangkan oleh pelaku perjalanan luar negeri,” ujar Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Rabu, 12 Januari 2022.

Oleh karena itu, Luhut mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri dalam 2-3 minggu ke depan.

“Oleh karenanya, untuk kesekian kalinya, kami menghimbau masyarakat untuk tidak bepergian dulu ke luar negeri dalam 2-3 minggu ke depan,” sambungnya.

Imbauan tersebut, ujar Luhut, merupakan upaya untuk menjaga penularan yang semakin cepat dari luar negeri.

Tak hanya itu, ia juga memastikan bahwa pemerintah masih terus memonitor kasus Omicron dan juga menyiapkan langkah antisipasi.

Menko Marves itu juga mengatakan bahwa perawatan di rumah sakit menjadi salah satu indikator utama pemerintah ketika BOR mendekati 23 persen di rumah sakit.

“Kami akan terus memonitor secara ketat dan akan mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan. Perawatan di rumah sakit akan menjadi salah satu indikator utama kami atau siaga utama ketika Bed Occupancy Rate (BOR) mendekati 23 persen di rumah sakit,” tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan masyarakat harus bersiap menghadapi gelombang Omicron.

Terlebih, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa karakteristik Omicron yang memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat.

“Jika dilihat dari perkembangannya, konfirmasi Omicron cenderung mengalami peningkatan. Dari pemeriksaan S-Gene Target Failure (SGTF) dan Whole Genome Sequencing (WGS) menunjukkan proporsi Omicron yang mulai mendominasi,” jelas Nadia dalam keterangannya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here