Kalau di Az Zikra dilarang juga, Ketua panitia reuni 212: Hancurkan sehancur-hancurnya!

1211
212

Ketua panitia Reuni Akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212, Ustaz Eka Jaya mengungkapkan soal rencana acara reuni 212 yang bakal digelar di Masjid Az Zikra, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ustaz Eka menjelaskan, keputusan dipilihnya Masjid Az Zikra sebagai lokasi reuni 212 tak lain setelah mendapat berbagai pertimbangan dan masukan dari sejumlah pihak, termasuk pendapat para ulama dalam berbagai musyawarah

Ilustrasi aksi 212. Foto: Portal Islam

Melihat antusias umat Islam dalam aksi reuni akbar 212 ini, maka pihaknya memutuskan untuk tetap menyelenggarakan aksi meskipun sempat dipersulit dan mendapat berbagai penolakan terkait izin acara.

Setelah dipertimbangkan matang-matang pasca dilarangnya aksi di kawasan Monas, pihak panitia reuni 212 pun sempat melirik masjid lain yang berada di Jakarta, seperti Majsjid Istiqlal hingga Masjid At-Tin.

Namun kedua masjid besar itu juga tidak memungkinkan, sehingga diselenggarakan bergeser ke kawasan Sentul.

“Acara ini harus jalan, enggak mungkin kita mengadakan di Masjid Istiqlal, Masjid At-Tin, atau tempat-tempat umum lainnya. Ya sudahlah kita mengalah agak jauhan sedikit ke Bogor,” ujar Ustaz Eka dalam bincang-bincang bersama Edy Mulyadi di saluran YouTube miliknya, dikutip Hops.id pada Selasa, 30 November 2021.

Kemudian dalam perbincangan tersebut, Edy menanyakan kepada Ustaz Eka apabila acara reuni 212 tetap dilarang di Masjid Az Zikra, Sentul.

Ustaz Eka pun menjawab bakal bermunajat kepada Allah untuk kemudian dihancurkan sehancur-hancurnya bagi pihak yang melarang bersatunya umat Islam tersebut.

Wallahualam bissawab, ini sudah mangkel banget. Kalau memang enggak boleh juga, munajat ke Allah, hancurkan sehancur-hancurnya. Apa lagi yang kita bisa?,” kata Ustaz Eka.

Reuni 212
Reuni 212. Foto Front TV via Twitter @NKRIndonesia79

Sejauh ini Ustaz Eka menuturkan sejumlah umat yang berasal dari berbagai daerah telah mempersiapkan diri untuk hadir dalam acara reuni 212.

“Ada beberapa dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sidoarjo, dan daerah lainnya, mereka sudah beli tiket, bahkan sampai tadi pun mereka nanya ‘bagaimana yang sudah beli tiket apakah boleh ikut masuk Masjid Az Zikra?’,” tuturnya.

“Karena kan memang terbatas. Tapi saya bilang, mereka masuk saja. Kalau sudah beli tiket, sudah mau berangkat, mau bagaimana lagi,” imbuh Ustaz Eka.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 5 =