Judi Online di Indonesia, PPATK Beberkan Hal Ini…

82
Judi Online

Aktivitas Judi Online di Indonesia kian merebak di tengah masyarakat. Perkembangan teknologi yang semakin canggih menjadi salah satu keuntungan yang dimanfaatkan oleh para pelaku untuk mengembangkan aksinya, sekaligus menjauhkan hasil Judi Online agar tidak dapat terendus.

Tidak kurang dari 25 kasus Judi Online telah disampaikan kepada aparat penegak hukum oleh Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sejak 2019 hingga 2022 ini. Belum lagi periode sebelumnya dengan nilai yang sangat fantastis.

 

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan, pelaku Judi Online sangat piawai dalam menghilangkan jejak melalui kemajuan teknologi. “Mereka kerap melakukan pergantian situs Judi Online baru, berpindah-pindah dan berganti rekening. Bahkan menyatukan hasil Judi Online tersebut dengan bisnis yang sah,” kata Ivan dalam keterangannya, Senin (22/8).

Ivan menegaskan, perlu kerja sama yang baik antara aparat penegak hukum maupun masyarakat sebagai entitas terdekat dengan aktivitas perjudian online maupun perjudian darat.

“PPATK tentu berkolaborasi dengan aparat penegak hukum dengan memberikan sejumlah informasi intelijen keuangan mengenai aliran dana yang diindikasikan terkait dengan Judi Online dan secara simultan melakukan koordinasi,” tegasnya.

Ivan pun menduga, aliran dana yang terindikasi Judi Online mengalir ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN, seperti Thailand, Kamboja, Filipina. Karena itu, PPATK telah berkoordinasi dengan lembaga intelijen keuangan di negara tersebut.

Selain ke beberapa negara tersebut, aliran dana terindikasi Judi Online ini pun diduga mengalir hingga ke negara ‘tax haven’. Oleh sebab itu, ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk menelusuri aset yang nilainya mencapai ratusan triliun per tahunnya dan membawanya kembali ke Indonesia.

Ivan menambahkan, kegiatan Judi Online ini juga menjadi marak karena besarnya demand pemain Judi Online di masyarakat. Sehingga penyedia Judi Online terus tumbuh dan dengan mudah berubah bentuk apabila operasi mereka terdeteksi oleh penegak hukum.

Ivan juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi tergiur dengan berbagai bentuk Judi Online, dan dapat bekerja sama memberikan informasi penting terkait dengan Judi Online melalui kanal pengaduan publik aparat penegak hukum maupun pengaduan pencucian uang PPATK.

“Informasi yang valid akan mempercepat suatu proses penelusuran aliran dana. Oleh sebab itu, partisipasi masyarakat penting untuk mengungkap seluruh pihak yang dimungkinkan terlibat dalam pertumbuhan subur aktivitas Judi Online di Indonesia,” pungkas Ivan. (JPC)

Sumber Berita / Artikel Asli : fajar

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here