Juara Piala Thomas, Indonesia Akhiri Penantian 19 Tahun

242
Tim Thomas Cup Indonesia. (Foto: Istimewa)

Indonesia mengakhiri penantian 19 tahun setelah kembali menjadi juara Piala Thomas pada Minggu (17/10/2021). Indonesia merebut trofi Piala Thomas setelah menundukkan Tiongkok dengan skor telak 3-0.

Indonesia sebelumnya unggul 1-0 setelah pada partai pertama Anthony Sinisuka Ginting Indonesia menundukkan Lu Guang Zu 18-21, 21-14, dan 21-16. Tim Garuda memimpin 2-0 setelah dalam partai kedua, ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menumbangkan He Ji Ting/Zhou Hao Dong 21-12 dan 21-19.

Kepastian menjadi juara diperoleh setelah Jonatan Christie menundukkan Li Shi Feng, 21-14, 18-21, dan 21-14.

Terakhir Tim Garuda menjadi juara adalah pada 2002. Saat itu Indonesia yang diperkuat Taufik Hidayat, ganda Candra Wijaya/Sigit Budiarto, Halim Haryanto/Tri Kusharyanto, juga Hendrawan dan Marleve Mainaky menundukkan Malaysia 3-2.

Dengan sukses ini Indonesia pun kian menajamkan rekor menjadi negara yang paling sering menjuarai Piala Thomas menjadi 14 kali. Tim Garuda menyabet trofi bergengsi ini pada 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, dan 2021.

Tingkok berada di posisi kedua sebagai negara paling sering memboyong trofi yang diperebutkan sejak 1948/49 ini. Negeri Tirai Bambu menjadi juara dalam 10 edisi Piala Thomas. Enam di antaranya mereka rebut saat Indonesia paceklik gelar sejak 2002.

Tiongkok menjadi juara pada tahun 1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, dan 2018. Mereka pernah tiga kali menaklukkan Indonesia di final.

Sementara Indonesia berhasil menundukkan Tiongkok dalam tiga partai final termasuk tahun 2021 ini.

Negara lain yang mampu menjadi juara Piala Thomas lebih dari sekali adalah Malaysia yakni lima kali. Negeri Jiran mengangkat trofi yang berasal dari ide George Alan Thomas ini pada 1949, 1952, 1955, 1967, dan 1992.

Malaysia pernah dua kali menaklukkan Indonesia di final yakni pada 1967 dan 1992. Sedangkan Indonesia menundukkan Malaysia di final dalam enam edisi yakni 1958, 1970, 1976, 1994, 1998, dan 2002.

Sumber Berita / Artikel Asli : Berita Satu

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here