Jokowi Tambah Utang Rp 4.000 Triliun, Airlangga: Itu Wajar Mengingat Pandemi!

468
Utang Indonesia

Jokowi tambah utang Rp 4.000 triliun, Airlangga: itu wajar mengingat pandemi! Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah tembus ke Rp 6.625 triliun atau setara 40,85 persen terhadap produk domestik bruto atau PDB. Angka tersebut adalah posisi hingga akhir Agustus 2021.

Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjabat pada 20 Oktober 2014 lalu, utang pemerintah sudah bertambah Rp 4.024 triliun.

Nah, ini laju pertambahan utang dalam masa kepemimpinan Jokowi:

 

Utang 2014

Pada awal masa jabatan, Jokowi telah dibebankan utang negara sebesar 2.601 triliun per Oktober 2014. Seperti dilansir dari detikcom, Jumat 1 Oktober 2021, hingga akhir 2014 utang pemerintah bertambah menjadi Rp 2.608 triliun.

Utang 2015

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 3.165 triliun.

Utang 2016

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 3.466 triliun.

Utang 2017

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 3.938 triliun.

Utang 2018

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 4.418 triliun.

Utang 2019

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 4.478 triliun.

Utang 2020

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 6.074 triliun.

Utang Agustus 2021

Utang pemerintah bertambah menjadi Rp 6.625 triliun.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui rasio utang memang cenderung meningkat. Kendati demikian, ia menilai itu merupakan hal yang wajar mengingat situasi pandemi Covid-19 yang terjadi.

“Rasio utang memang naik, namun ini kita tidak sendirian, hampir semua negara rasio utangnya naik,” terangnya dalam acara Forum Indonesia Bangkit, Rabu 29 September 2021 lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : terkini.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 + 1 =