Jokowi Minta Aparat Tak Perlu Takut Mural, Netizen: Sudah Berlalu Pak, Kenapa Bicara Sekarang!

434
Mural Jokowi 404: Not Found

Belum lama ini, politisi Partai Gerindra, Fadli Zon mengaku sependapat dengan pernyataan Presiden Jokowi.

Diketahui, Jokowi menyebut bahwa urusan mural yang berisi kritik terhadap pemerintah adalah urusan kecil.

Sebelumnya, Jokowi nampak menyentil aksi kepolisian yang menghapus mural.

Pasalnya, Jokowi menyebut bahwa mural hanya sebatas urusan kecil.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Kasatwil tahun 2021 melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, pada Jumat 3 Desember 2021.

“Contoh kecil-kecil saja. Mural dihapus. Saya tahu nggak mungkin itu. Perintahnya Kapolri juga nggak mungkin. Perintahnya kapolda juga nggak mungkin. Perintahnya kapolres juga mungkin nggak mungkin,” ujarnya dilansir Galamedia dari saluran YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu, 5 Desember 2021.

“Itu sebetulnya urusan di polsek yang saya cek di lapangan. Tapi nyatanya dihapus. Oleh sebab itu, beri tahu sampai kapolsek-kapolsek itu urusan kecil,” tambahnya.

Terkait tindakan reaktif aparat terhadap seni kritik mural tersebut, Jokowi menegaskan mural merupakan cara rakyat untuk menyampaikan aspirasi.

“Saya datang ke sebuah daerah, ada mural dihapus. Rame. Wah Presiden yo urusan.. urusan mural, oh urusan mural aja ngapain sih?,” ujarnya.

Jokowi juga mengatakan bahwa dirinya sudah biasa mendapat kritikan. Oleh karena itu, ia meminta agar aparat tidak perlu takut hanya karena mural.

“Wong saya dihina, saya dimaki-maki, difitnah udah biasa. Ada mural aja takut. Ngapain? Baca ini, hati-hati,” ucapnya.

“Ini kebebasan berpendapat, tapi kalau menyebabkan ketertiban masyarakat di daerah menjadi terganggu, beda soal,” lanjutnya.

Hal tersebut lantas turut ditanggapi oleh Fadli Zon, melalui akun Twiter pribadinya @fadlizon, politisi Partai Gerindra tersebut menilia bahwa kini aparat tidak perlu takut hanya karena mural yang berisi kritik terhadap pemerintah.

“Sy sependapat dg P @jokowi , mural itu urusan kecil, sama dg baliho, tak perlu diturunkan apalagi ditakuti,” ujarnya dilnasir Galamedia dari akun Twitter @fadlizon pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Lebih lanjut, Fadli meminta agar semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan merwat demokrasi.

“Mari kita jaga n rawat demokrasi,” tuturnya.

Unggahan tersebut rupanya turut dibanjiri beragam komentar dari netizen.

“Terus mulai skrg udah boleh nih kritik lewat mural? ini beneran apa prank?,” ucap akun @4n991n.

“Tapi urusan mural itu kan sudah berlalu, sudah selesai dihapus aparat. Habis Knp Jokowi baru skrng berpendapat tentang mural? Pdhl skrng yg sngat mendesak dikomentari masalah moral. Moral para pejabat. Misalnya ada pejabat suka main lempar lemparan,” kata akun @AlianisBgd.

“Masalahnya dia bicaranya baru sekarang bang.. coba beberapa bulan lalu, mungkin beda..,” jelas akun @wawan_pewe.

“soal mural sudah lama rame, sekarang baru di omongin, emang naskahnya baru jadi ?,” ttur akun @odinbah.

“Di depan bilang urusan kecil,di belakang di udag udag spy di tangkap,” ujar akun @andialmeera.

“Mural itu urusan kecil, makanya baru dibahas 6 bulan kemudian,” kata akun @lxmw058.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 + = 14