Jokowi Disomasi soal Kelangkaan Oksigen, Refly Harun: Pemerintah Tidak Boleh Berdalih Sudah Bekerja Keras

474

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun menyebut wajar sejumlah lembaga melalui Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mensomasi Presiden Jokowi soal kelangkaan oksigen, karena itu sudah menjadi hajat orang banyak.

“Oksigen menjadi penting bagi rakyat, menjadi hajat hidup orang banyak sekarang ini. Harusnya dikuasai oleh negara,” ungkapnya dalam channel YouTube Refly Harun, Selasa 27 Juli 2021.

Jadi, kata Refly Harun, dengan menggunakan tafsir konstitusional seperti ini, seharusnya dikuasai negara bagaimanapun caranya, agar tidak dilepas di pasaran yang menyebabkan harga tidak keruan.

“Kalau kita masih daya beli, maka orang yang mencari tabung oksigen terdiri dari kelompok, dua kelompok atau tiga kelompok, orang mampu membeli dan mendapatkan tabung oksigen dan oksigennya,” ungkap Refly Harun.

Kemudian, selanjutnya orang yang tidak mampu membeli, walaupun dia mendapat tabung oksigen dan ada oksigennya karena tidak mampu membeli.

“Kemudian orang yang mampu membeli tetapi tidak mendapatkan tabung oksigen dan oksigennya. Lebih parah lagi orang yang tidak mampu membeli dan tidak juga mendapatkan tabung oksigen dan oksigennya,” kata Refly Harun.

 

Jadi persoalannya, kata Refly Harun, tidak hanya memiliki finansial, tapi karena tabung dan oksigennya langka alias tidak gampang didapatkan.

“Karena tidak gampang didapatkan, hargapun bisa tidak terkontrol. Jadi solusinya mengadakan tabung oksigen dengan gotong royong, maksudnya adalah mengerahkan semua keluarga yang ada, bahkan ada yang meminjamkan tabung oksigen karena dokter,” ungkap Refly Harun.

Meski demikian, kata Refly Harun, tidaklah mudah untuk mendapatkan isi ulangnya.

 

“Jadi kalau kita lihat ini adalah persoalan sangat-sangat serius, yang harusnya pemerintah berikan perhatian,” ungkapnya.

Memang, lanjut Refly Harun, saat ini sudah ada perhatian dari pemerintah, tapi bagi masyarakat yang paling penting adalah hasilnya.

“Hasilnya apakah sekarang ini masih terjadi kelangkaan atau tidak. Apakah sekarang ini oksigen mudah didapatkan atau tidak, itu persoalannya. Pemerintah tidak boleh berdalih sudah bekerja keras,” unkapnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here