Jokowi diminta legowo turun: Kalau enggak, Juli bisa jebol!

610
Jokowi

Pengamat dan akademisi Ilmu Pemerintahan Universitas Sutomo Serang, Rochendi menuntut Jokowi turun dari jabatannya sebagai presiden. Sebab, jika tidak, Indonesia semakin kacau dan kehilangan arah.

Rochendi memastikan, kritikan keras yang disampaikan BEM UI seakan membuktikan, kondisi Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, poin-poin yang mereka kumpulkan telah dimulai sejak kepemimpinan Jokowi periode pertama.

Itulah mengapa, dia berkesimpulan, Jokowi telah gagal menunaikan tugasnya sebagai pemimpin negara.

“Sebagai presiden, banyak janji Jokowi yang belum dipenuhi dan itu semua dicatat. Orang mencatat presiden menjanjikan apa, tapi sama sekali tidak ada hasilnya,” ujar Rochendi, dilansir dari GenPI.co pada Kamis, 1 Juli 2021.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin. Foto: Antara
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin. Foto: Antara

Rochendi mengatakan bahwa catatan janji yang tak terpenuhi hingga sekarang itu akhirnya diakumulasi BEM UI. Lalu, semuanya mengerti dan ingat, mereka mengumumkannya ke publik melalui media sosial.

“Kalau orang kampus itu biasanya mereka masih sabar, wait and see untuk melihat akhirnya seperti apa,” terangnya.

Lebih jauh, dia memaparkan, pemerintah telah menghabiskan banyak anggaran, namun masyarakat tak merasakan hasilnya. Menurut Rochendi, saat ini tidak hanya BUMN yang sudah tak sanggup menanggung beban berat, tetapi juga perusahan-perusahaan swasta di Indonesia.

“Hal itu bisa terjadi pada Juli (bulan ini). Sebab, daya beli masyarakat makin turun. Otomatis pendapatannya menurun. Bagaimana perusahaan-perusahaan akan bertahan?” tuturnya.

Pengamat sebut Jokowi bikin rakyat sulit

Rochendi mengatakan, dalam kondisi serba susah, para pengusaha tak bisa meminjam dana dari bank. Sebab, perputaran uang di instansi tersebut telah diberikan kepada pemerintah untuk menjadi jaminan pembangunan infrastruktur.

“Juli itu nanti bisa jebol. Oleh karena itu, kalau tak dilakukan pemakzulan, kemungkinan pemerintahan Jokowi akan sangat berbahaya,” tegasnya.

Demo menolak Omnibus Law. Foto: Twitter.
Demo menolak Omnibus Law. Foto: Twitter.

Rochendi menduga, upaya perpanjangan masa jabatan presiden berkaitan dengan jaminan peminjaman dana dari negara lain, terutama China.

“Pemerintah China akan menurunkan pinjaman dana lagi jika sudah ada keputusan politik bahwa Jokowi memerintah selama tiga periode. Kemungkinan juga tanpa pemilu,” kata dia.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here