Jokowi Blusukan ke Apotek, Demokrat: Periksa Mafia Obat di Istana

479
Jokowi

Politikus Demokrat, Cipta Panca Laksana menanggapi sebuah video yang memperlihatkan aksi blusukan Presiden Jokowi mengecek ketersediaan obat pasien Covid-19 di apotek.

Lewat cuitan di Twitter miliknya, Sabtu 24 Juli 2021, elite Partai Demokrat tersebut menilai seharusnya Jokowi memeriksa terlebih dulu orang-orang di Istana yang menurutnya ada kemungkinan menjadi mafia obat.

“Kemarin ada berita orang istana ikutan main obat anti covid. Coba diperiksa itu, siapa tahu mafia obat ada di sekitar istana. Iya enggak sih?,” cuit Cipta Panca Laksana.

 

Dilihat dari video Jokowi yang turut dibagikan kader Demokrat tersebut, tampak presiden tengah mengunjungi sebuah apotek di kawasan Bogor.

“Saya mau cari obat antivirus yang Oseltamivir,” ujar Jokowi kepada penjaga apotek tersebut.

“Oseltamivir sudah kosong pak, enggak ada,” jawab wanita penjaga apotek itu.

Jokowi pun lantas menanyakan kepada apoteker tersebut sudah berapa hari obat antivirus itu tak tersedia di apotek tersebut.

Sang apoteker kemudian menjawab bahwa obat itu sudah beberapa hari tidak lagi tersedia di apoteknya tersebut.

Jokowi pun menenanyakan merek obat antivirus lainnya kepada apoteker itu. Namun, yang tersedia di apotek itu hanya vitamin D3.

“Kita sudah pesan barang (obat antivirus) Pak, barangnya sudah tidak didapat lagi,” kata apoteker.

Melihat realita ketersediaan obat di apotek tersebut, Jokowi pun langsung menelpon Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Presiden Jokowi mengungkapkan sejumlah obat antivirus dan antibiotik yang tidak tersedia di apotek itu kepada Budi Sadikin.

“Pak menteri, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Osetamivir enggak ada. Saya cari obat antibiotik Acetromicin juga enggak ada. Stok sudah gak ada sudah seminggu lebih,” ujarnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here