Jokowi bantai lagi PDIP ujungnya di atas langit masih ada Luhut

607
Presiden Jokowi marah. Foto: Youtube.

Hubungan kurang harmonis antara Jokowi dan PDIP banyak di analisa kurang percayanya Jokowi terhadap kader PDIP sebagai penanggung jawab kebijakan pemerintah di masa pandemi. Terlebih Jokowi kian meruncing hubungan dengan kembali bantai PDIP.

Terbaru presiden kembali menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Pengarah tentang penyelamatan Danau Prioritas Nasional. Penunjukkan ini diberikan atas Peraturan Presiden 60/2021 yang lansung ditandatangani Jokowi pada 22 Juni 2021.

Berdasarkan surat tugas tersebut Luhut dipercaya untuk mengurusi penyelamatan 15 danau yang ada di Indonesia sebagai prioritas nasional. Seluruh danau tersebut kini menjadi asset yang kebutuhan dan kepentingan yang telah diatur oleh negara.

Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.id
Presiden Jokowi saat memberikan arahan terkait evaluasi PPKM darurat. Foto: setkab.go.id

Dalam Perpres tersebut, ditetapkan 15 danau di Indonesia sebagai prioritas nasional, yakni Danau Toba di Provinsi Sumatera Utara, Danau Singkarak di Provinsi Sumatera Barat, Danau Maninjau di Provinsi Sumatera Barat, Danau Kerinci di Provinsi Jambi, Danau Rawa Danau di Provinsi Banten, Danau Rawa Pening di Provinsi Jawa Tengah, Danau Batur di Provinsi Bali.

Kebijakan Jokowi ke Luhut

Penunjukkan kembali Luhut dalam mengemban tugas negara yang diberikan langsung oleh Jokowi selama ini, langsung mendapat perhatian dari para netizen. Beragam komentar muncul di sosial media bahkan disebut Luhut menjadi salah satu bagian dari orang yang selalu dipercaya oleh Jokowi.

Tak heran jika ada warganet yang mengibaratkan posisi Luhut paling berpengaruh di era pemerintahan Joko Widodo sebagai sosok yang memiliki kuasa penuh. Seperti komentar netizen satu ini.

Jokowi dan Megawati. Foto: Antara.
Jokowi dan Megawati. Foto: Antara.

“Memang benar adanya, di atas langit masih ada Luhut,” ujar akun @thenzoi.

Gesekan Jokowi dengan PDIP

Atas gesekan itulah Jokowi lebih memilih luhut dan Airlangga dibanding kader PDIP yang terasa sudah tidak ada kepercayaan lagi di mata Jokowi. Kekecewaan Presiden Jokowi sendiri sudah tertutup untuk PDIP setelah kasus dana bansos terungkap.

“Kan, terlihat betul bahwa Jokowi lebih percaya Golkar dalam mengelola pemerintahan ketimbang PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Maka dari itu, Hensat menegaskan bahwa saat ini hubungan antara Jokowi dan partai banteng moncong putih tidak seharmonis sebelumnya.

“Jadi ya wajar ya Pak Jokowi lebih percaya partai lain dan memang lagi senggang mereka, lagi jaga jarak ini tidak dalam kondisi yang baik-baik saja,” tandasnya.

Luhut Pandjaitan
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. Foto Instagram @luhut.pandjaitan

Dari situ, Penggagas lembaga survei KedaiKopi ini melihat tanggung jawab penting dalam penanganan pandemi banyak diberikan kepada kader Golkar. Sebaliknya, kader PDIP tidak begitu dipercaya Jokowi karena telahmemberikan catatan buruk.

“Yang ditunjuk itu Luhut dan Airlangga (sebagai koordinator PPKM). Ya saya si enggak nyalahin Jokowi juga kader PDI Perjuangan. Tapi giliran disuruh pegang hal penting di bansos dikorupsi,” ucapnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here