JK: Pemikiran Rizal Ramli Tangguh, Tapi Tak Digunakan untuk Bisnis

323
Rizal Ramli

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui ekonom senior Rizal Ramli memiliki pemikiran yang hebat. Hal itu terbentuk dari dunia aktivis mahasiswa yang Rizal geluti dahulu saat mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jusuf Kalla dan Rizal Ramli di acara PKB.

“Kegiatan aktivis kemahasiswaan bisa mendidik orang menjadi tangguh, kayak Pak Rizal ini pemikirannya tangguh. Cuma Pak Rizal tidak pergunakan di bisnis, kalau dipergunakan di bisnis bisa menjadi pengusaha sukses,” kata JK saat menjadi narasumber dalam acara “Halaqah Satu Abad NU” dengan tema “Gagasan Kontributif Membangun Kemandirian Ekonomi Nahdliyin” di kantor DPP PKB, Jakarta, dikutip pada Jumat, 3 Desember 2021.

Tak Cukup Kapital

JK menuturkan menjadi pengusaha tidak cukup hanya memiliki kapital yang kuat, pengetahuan, dan pengalaman saja. Tapi, yang paling utama adalah keberanian dan tangguh dalam menghadapi masalah.

Dia mengatakan ketangguhan itu dapat terbentuk di dalam dunia aktivis kemahasiswaan yang pernah dialaminya bersama pemilik Bosowa Group Aksa Mahmud dan pendiri Fajar Group HM Alwi Hamu. Begitu juga pengalaman sebagai aktivis mahasiswa juga pernah dirasakan Rizal Ramli.

Dari Bulog Sampai Menko Maritim

Saat Rizal Ramli didapuk sebagai Kepala Bulog oleh Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada tahun 2000, perusahaan umum milik negara yang bergerak di bidang logistik pangan itu pernah meraup keuntungan sebesar Rp5 triliun.

Rizal Ramli dan Jusuf Kalla saat hadir di acara PKB.

Kemudian, ketika menjabat Menko Ekuin pada Agustus 2000, Rizal Ramli menerapkan beberapa strategi yang mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen ke positif 4,5 persen atau naik 7,5 persen. Salah satu cara yang dilakukannya adalah menaikkan gaji PNS, TNI/Polri, serta pensiunan hingga 125 persen. Karena, dengan menerapkan kebijakan itu, maka daya beli masyarakat meningkat.

Begitu juga saat menjabat sebagai Menko Maritim di era pemerintahan Jokowi-JK, Rizal Ramli pernah memperingatkan kepada Garuda Indonesia agar lebih fokus dan mampu memperkuat jalur penerbangan domestik dan regional daripada melakukan pembelian 30 pesawat berbadan lebar Airbus A 350 XWB yang harganya sangat mahal dan hanya cocok untuk penerbangan internasional jarak jauh.

Pada April 2016, pemerintah akhirnya membeli 14 pesawat Airbus dengan tipe A 330 yang lebih efisien bahan bakanya daripada A 350.

Kebijakan Rizal Ramli lainnya adalah pengembangan 10 Destinasi Wisata Priorotas untuk meningkatkan pertumbuhan dan lapangan kerja dari 3 juta meningkat menjadi 7 juta di tahun 2019. Fokus 10 tujuan wisata ini dimaksudkan agar ada capaian terukur dan dapat menjadi percontohan di daerah lain di tahun berikutnya.

Sumber Berita / Artikel  Asli : viva 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

73 − = 71