Jebakan Utang China Bikin Ngeri, Presiden Ini ‘Turun Gunung’

286
Jebakan Utang China Bikin Ngeri, Presiden Ini 'Turun Gunung'

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa ‘turun gunung’ untuk bernegosiasi dengan China soal restrukturisasi utang negara tersebut. Ini terkait krisis keuangan di negara itu yang memburuk.

Rajapaksa mengajukan permintaan tersebut dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Kolombo Minggu (9/1/2022).

Perlu diketahui, Sri Lanka memang diuntungkan dengan pinjaman miliaran dolar dari China tetapi negara kepulauan itu kini berada di tengah krisis valuta asing yang menempatkannya di ambang default (gagal bayar).

“Presiden menyatakan akan sangat melegakan negara jika perhatian dapat diberikan pada restrukturisasi pembayaran utang sebagai solusi atas krisis ekonomi yang muncul, apalagi saat menghadapi pandemi Covid,” kata kantor kepresidenan, dikutip Reuters.

China adalah pemberi pinjaman terbesar keempat Sri Lanka setelah pasar keuangan internasional, Asian Development Bank (ADB) dan Jepang. Selama dekade terakhir, China telah meminjamkan lebih dari US$ 5 miliar.

Dana tersebut dipakai Sri Lanka untuk jalan raya, pelabuhan, bandara, dan pembangkit listrik tenaga batu bara.

Tetapi para kritikus menuding dana itu digunakan untuk proyek “gajah putih”, merujuk ke proyek besar dan prestisius tapi tak menguntungkan secara bisnis.

“Rajapaksa juga meminta China untuk memberikan “persyaratan konsesi” untuk ekspornya ke Sri Lanka, yang berjumlah sekitar US$3,5 miliar pada tahun 2020,” kata pernyataan itu lagi namun tidak memberikan rincian lebih lanjut, dikutip di laman yang sama.

Rajapaksa juga mengusulkan untuk mengizinkan turis China masuk ke Sri Lanka asalkan mereka mematuhi pembatasan ketat Covid-19.

Termasuk hanya menginap di hotel yang telah disetujui sebelumnya dan hanya mengunjungi tempat wisata tertentu.

China mengimpor lebih banyak barang dari China daripada negara lain di dunia.

China diketahui juga merupakan sumber utama turis Sri Lanka.

Sri Lanka disebut sebagai bagian penting dari inisiatif pembiayaan China, Belt and Road (BRI).

Oleh AS, inisiatif ini dilabeli ‘jebakan utang’ untuk negara-negara miskin.

Sumber Berita / Artikel Asli : CNBC Indonesia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here