Jebak Indonesia dan Negara di Berbagai Belahan Dunia, Said Didu Unggah Pernyataan Roy Suryo Soal Siasat China

368

Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, mengunggah pernyataan Roy Suryo terkait siasat licik yang dilakukan China dalam menipu negara-negara di berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Roy Suryo mengunggah utang yang dimiliki Indonesia kepada China.

Saat ini, Indonesia disebut memiliki utang sebesar Rp245 triliun kepada China.

Dalam penjelasannya, utang tersebut disebut bukan milik pemerintah.

Meski ada penjelasan bahwa ini “Bukan Hutang Resmi Pemerintah”, Namun karena Angka Hutang 245 Trilyun tsb berasal dari BUMN, Bank Bank milik Negara, Perusahaan patungan dsb, Maka jangan salah, kalau macet yg kena Imbasnya juga Nama Indonesia. Geniusnya menular kemana2,” kata Roy Suryo melalui unggahan di akun Twitter miliknya.

Menanggapi pernyataan Roy Suryo, menurut Said DiduChina memberikan jebakan kepada sejumlah negara di dunia, untuk bersedia memberikan dana kepada Negara Tirai Bambu itu.

Salah satu negara yang terjebak menurut Said Didu adalah Indonesia.

Indonesia disebut terjebak dalam proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang 40 persen sahamnya dimiliki China.

Sementara itu, 60 persen saham pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dimiliki Indonesia.

Namun, meskipun memiliki saham yang lebih besar dibandingkan ChinaSaid Didu menyebutkan jika Indonesia akan menghadapi kerugian yang sangat besar.

Hal tersebut berkaitan dengan berubahnya dana yang diminta China dari semula USD 5,1 miliar menjadi USD 8,6 miliar.

Selain itu, utang Indonesia kepada China saat ini mencapai Rp245 triliun.

Pemerintah China selalu gunakan cara seperti itu untuk menjebak berbagai negara di dunia,” kata Said Didu.

Selain proyek kereta cepat, sejumlah pembangunan juga dikendalikan China seperti beberapa pembangkit listrik di wilayah Sumatera.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here