Jagokan Rizal Ramli Jadi Presiden, Aktivis: Koruptor Serta Para Tukang Kentit Ga Akan Bisa Leluasa

194
Aktivis Pro Demokrasi Nicho Silalahi bersama Ekonom Senior Rizal Ramli. /Twitter @nichosilalahi/

Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 masih lama, namun sejumlah nama telah digadang-gadang untuk maju menjadi calon presiden (Capres).

Sejumlah survei elektabilitas capres pun digelar banyak lembaga survei.

Di awal tahun, hasil riset lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) terkait elektabilitas calon presiden 2024 memunculkan nama Prabowo Subianto dengan perolehan 19,9 persen, disusul Anies Baswedan 11,9 persen, Ganjar Pranowo 11,3 persen, Ridwan Kamil 4,1 persen, Tri Rismaharini 4,0 persen, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok 1,8 persen, dan Puan Maharani 0,7 persen.

Sementara, hasil survei itu Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan elektabilitas Prabowo 22,5 persen, disusul Ganjar Pranowo sebesar 10,6 persen, dan Anies Baswedan 10,2 persen.

Meski belum masuk radar survei, aktivitas demokrasi Nicho Silalahi menjagokan ekonom senior Rizal Ramli untuk menjadi Presiden RI menggantikan Joko Widodo (Jokowi).

Di bawah kepemimpinan Rizal Ramli alias RR, ia yakin masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih sejahtera.

“Ini presiden ku. Jika beliau berkuasa maka aku yakin mampu mensejahterakan rakyat Indonesia,” ujar Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) ini seraya membagikan fotonya bersama RR di Twitter @Nicho_Silalahi, Jumat, 9 Juli 2021.

“KORUPTOR serta para tukang KENTIT ga akan bisa leluasa lagi dan BUMN Kembali Surplus. Sehat selalu abangku @RamliRizal,” cuitnya.

Salah seorang netizen menanggapinya, “Saya pilih kalau janji koruptor dihukum mati”.

“Enak banget kalau langsung di hukum mati. Tapi di siksa dulu dengan dibuang kepulau yang ada malarianya. Biar dia menderita sampai mati dan yang melanggar HAM itu ya nyamuk malarianya,” balas Nicho.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin menyatakan Rizal Ramli memiliki peluang untuk menjadi calon presiden (capres).

 

Menurutnya, sosok pria yang kerap disapa RR itu layak maju pada pemilihan umum atau Pemilu 2024 mendatang. Salah satu alasannya, RR layak menjadi capres setelah memperhitungkan sepak terjangnya selama ini.

“Sangat layak untuk menjadi capres. Pengalamannya di pemerintahan sudah cukup untuk bisa berbuat untuk memperbaiki bangsa,” kata Ujang.

Direktur Indonesia Political Review itu menilai banyak sosok yang digadang-gadang akan mencalonkan diri pada Pemilu 2024 mendatang. Bahkan, menurutnya nama Rizal Ramli menjadi salah satu kandidat di antara beberapa tokoh yang akan mengajukan diri, meskipun nama RR tidak keluar di hasil berbagai lembaga survei.

“Setiap orang atau tokoh, termasuk Rizal Ramli tentu punya keinginan untuk maju,” ujar Ujang.

Walaupun belum masuk dalam radar survei kali ini, Rizal Ramli pernah masuk dalam survei pada pemilu presiden 2019 lalu. Dalam salah satu survei, sosok Rizal Ramli, bersama Prabowo Subianto dan Joko Widodo masuk dalam tiga besar.

Berdasarkan survei Indonesia Development Monitoring (IDM) tahun 2018 menempatkan Prabowo Subianto dengan tingkat elektabilitas tertinggi yaitu mencapai 39,2%, disusul Jokowi 21,3%, Rizal Ramli 11,1%, mantan Panglima TNI, Jenderal (Purnawirawan) Gatot Nurmantyo 7,5%, dan politisi Demokrat, Agus Yudhoyono, dengan 4,1%. Sementara yang belum menentukan pilihan 16,6%.

Survei IDM ini dilakukan dengan metode multistage random sampling pada 400 kabupaten/kota di 33 provinsi di Indonesia. Survei melibatkan 2.450 responden pada 28-18 Mei 2018.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamdia

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here