Jadi Ketua DPR, Ini Lonjakan Harta Kekayaan Puan Maharani Sejak 2010, dari Rp 34 Miliar Jadi Rp 363 Miliar

639

JAKARTA – Puan Maharani berhasil menduduki posisi puncak di parlemen periode 2019-2024 sebagai Ketua DPR.

Sebagai kader PDI Perjuangan karirnya moncer di bidang politik hingga berhasil menduduki jabatan strategis baik legislatif maupun eksekutif.

Sejak pertama kali mengikuti pemilu pada 2009, putri Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri itu lolos ke Senayan hingga berhasil melesat menjabat Ketua Fraksi PDIP.

Kemampuannya dalam organisasi politik memang tidak instant, ia tercatat pernah menjadi anggota DPP KNPI pada 2006, kemudian menjadi pengurus di PDIP.

Di DPR, cucu Presiden Soekarno itu sempat masuk di Komisi IV membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan. Kemudian di Komisi VI DPR membidangi Industri, Investasi, dan persaingan usaha.

Hingga akhirnya pada masa pemerintahan Presiden Jokowi ia didaulat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) selama satu periode.

Di bawah komando Puan jugalah Ganjar Pranowo berhasil memenangkan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah sekaligus menahbiskan kembali Jateng sebagai kandang banteng.

Sebagai pejabat negara, dari data LKHPN yang diperoleh Pojoksatu.id di laman KPK, Puan punya data harta kekayaan mencengangkan.

Tercatat pada 2010 ketika pertama kali melenggang ke Senayan, Laporan Harta Kekayaannnya sebagai Pejabat Negara mencapai Rp 34.437.950.243.

Data itu dilaporkan tertanggal 31 Januari 2010.

Pada 2014 ketika ia pertama kali menjabat sebagai Menko PMK di Kabinet Kerja Jokowi, kekayaannya melonjak menjadi Rp 162.560.854.638. Data itu terlapor pada tanggal 31 Oktober 2014.

Hingga pada 2018, harta kekayaan Puan tercatat sudah mencapai Rp 363.790.695.900 dari berbagai kepemilikan pribadinya.

Rincian pada 2018 tercatat, Puan memiliki Data Harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp 148.864.872.900

Kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp 1.530.000.000.

Harta bergerak lainnya Rp 5.000.000.000. Surat berharga senilai Rp 208.539.227.290. Kas dan setara kas Rp 49.556.710.684.

Bukan hanya itu, Puan juga memiliki data hutang sebesar Rp 49.700.114.974.

Puan diketahui merupakan pemilik perusahaan keluarga PT Rukun Raharha (RAJA) Tbk bersama suami, Hapsoro Sukmonohadi. PT RAJA, seperti dilansir CNN Indonesia, bergerak di bisnis real estate, lalu berganti menjaadi perusahaan energi terintegrasi dari hulu sampai hilir, khususnya transportasi gas pada 2010.

Itu terjadi setelah RAJA mengakuisisi PT Panji Raya Alami Alamindo dan PT Triguna Internusa Pratama yang merupakan milik pribadi Hapsoro. Hapsoro kemudian menjadi Komisaris Utama PT RAJA sejak 24 Juni 2010 hingga 11 Juni 2014.

(sta/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here