Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Belum Menampakan Diri Terkait Kasus Brigadir J, Ada Apa?

127
kasus tewasnya Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Hingga kini istri Irjen Ferdy Sambo, yakni Putri Candrawathi belum juga menampakkan diri untuk memberikan kesaksian terkait kasus Brigadir J.

Diketahui bahwa kondisi Putri Candrawathi sampai saat ini masih dalam proses penyembuhan pasca trauma dan shock atas insiden yang menewaslan Brigadir J.

Putri Candrawathi bisa menjadi saksi kunci dalam kasus tewasnya Brigadir J ini.

Hampir sebulan tewasnya Brigadir J, laporan pelecehan yang dilaporkan belum juga menemui bukti bahwa ia benar-benar dilecehkan.

Tak hanya itu, laporan atas penodongan yang dilakukan Brigadir J juga belum terbukti.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyampaikan bahwa pihaknya akan menyelidiki soal Hak Asasi atas akses keadilan (Access To Justice) bagi keluarga Brigadir J dan Istri Irjen Ferdy Sambo.

“Dalam kasus Brigadir J ini, kami juga menyelidiki hak asasi atas akses keadilan terutama bagi keluarga Brigadir J. Salah satu ukuran akses atas keadilan tersebut adalah prinsip fair trial,” ungkap Taufan seperti yang dikutip Teras Gorontalo pada laman PMJ News 5 Agustus 2022.

“Itu standar hak asasi yang mesti dipenuhi, termasuk terhadap ibu PC yang mengadu ke polisi bahwa dia mengalami kekerasan seksual,” sambungnya.

Taufan melanjutkan, jika pihaknya akan terus memantau kasus Brigadir J ini dan akan mendalami apakah ada unsur pelanggaran HAM.

 

Selain laporan dari Putri Candrawathi terkait dengan pelecehan seksual yang ia alami, juga terdapat banyak spekulasi dari masyarakat bahwa Brigadir J juga mengalami penyiksaan sebelum tewas.

Pihak keluarga begitu yakin jika Brigadir J telah mengalami penganiayaan sebelum akhirnya ditembak mati.

Akan tetapi menurut laporan, Brigadir J tewas akibat terlibat dalam aksi baku tembak di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo.

“Ya pasti (tetap melakukan penyelidikan) untuk pemantauan dan penyelidikan memastikan apakah ada pelanggaran Hak Asasi Manusia terkait penyiksaan, kekerasan dan sebagainya,” tuturnya lagi.

Taufan menambahkan jika di dalam standar HAM, pihaknya mempunyai kewajiban untuk memperlakukan orang yang mengaku mengalami kekerasan atau pelecehan seksual.

 

Meskipun belum ada pembuktian atas pengakuannya Putri Candrawathi itu, namun pihaknya tetap mengutamakan HAM ibu PC agar terpenuhi.

“Di dalam standar HAM seseorang yang mengadu atau mengaku mengalami kekerasan seksual secara khusus memang mesti diperlakukan sebagaimana seorang korban, meskipun pembuktian dia korban atau tidak masih harus dibuktikan,” terangnya.

Lantas bagaimana dengan Bharada E yang telah ditetapkan sebagai tersangka?

Mengutip dari kanal youtube polisi ooh polisi, Eks Kadiv Humas Polri, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, angkat suara untuk menanggapi posisi Bharada E.

 

Menurut Aryanto Sutadi, kasus Brigadir J ini sebenarnya merupakan sebuah kasus yang mudah saja, namun ada kesan ditutup-tutupi.

Sementara dimasyarakat, spekulasi liar soal Bharada E muncul yang dimana diyakini jika Bharada E hanyalah tumbal dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Aryanto juga dalam podcast sebelumnya pernah membahas, bahwa Bharada E sungguh sakti sebab telah menyelamatkan institusinya tanpa memikirkan HAM nya sendiri.***

Sumber Berita / Artikel Asli : pikiran rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 1 = 1