Ini Kondisi Terkini AirAsia hingga Lion Air di PPKM: Hentikan Penerbangan, Pulangkan Pesawat!

318

Ini kondisi terkini AirAsia hingga Lion Air di PPKM: hentikan penerbangan, pulangkan pesawat! Terbelit kesulitan dalam masa pandemi virus corona, apalagi ditampah kebijakan penerapan PPKM Leve 4, sejumlah maskapai penerbangan mengalami kondisi keuangan yang berat.

Sektor industri yang telah mengalami paceklik selama lebih dari setahun ini, kembali menghadapi tantangan lantaran pemerintah menekan mobilisasi masyarakat dengan mengetatkan syarat perjalanan.

Kebijakan PPKM Level 4 memang  ditengarai menyebabkan pendapatan maskapai dari sisi penerbangan berjadwal turun. Pasalnya, jumlah penumpang pesawat anjlok. Situasi itu memberikan tekanan berlapis dan mendorong manajemen perusahaan maskapai harus melakukan efisiensi.

Maskapai AirAsia, misalnya terpaksa menghentikan penerbangan rute domestiknya hingga kebijakan PPKM Level 4 dilonggarkan. Tujuannya, guna mengantisipasi kerugian bila tetap beroperasi. Sementara itu, maskapai Sriwijaya Air mesti melakukan pengurangan rute dan penyesuaian jadwal dengan melihat tren pergerakan penumpang.

Adapun dua maskapai dalam negeri lainnya, seperti Garuda Indonesia dan Lion Air Group, telah mengembalikan sejumlah armada ke lessor sebagai bentuk efisiensi. Dilansir dari tempo.co, Minggu 8 Agustus 2021 dari berbagai pernyataan resmi, berikut detail kondisi berbagai perusahaan maskapai selama PPKM Darurat dan Level 4.

Garuda Indonesia Relokasi Armada ke ‘Kuburan Pesawat’ di Australia

Garuda Indonesia mengumumkan telah merelokasi sembilan pesawat bertipe Boeing 737-800 NG yang disewa dari perusahaan lessor Aercap Ireland Limited. Sembilan pesawat telah diterbangkan menuju Alice Springs, Australia.

“Pesawat direlokasi. Itu maunya Aercap,” terang Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra saat dihubungi wartawan pada Kamis 5 Agustus 2021 lalu.

Dalam tangkapan radar, sembilan pesawat tersebut merupakan PK-GNS, PK-GND, PK-GNO, PK-GNK, PK-GNP. Kemudian, PK-GNJ, PK-GNU, dan PK-GNV. Pesawat terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta dan akan disimpan di gurun pasir dekat Alice Springs.

Gurun itu sendiri disebut-sebut merupakan penyimpanan pesawat yang kerap dijuluki sebagai ‘kuburan pesawat’ atau ‘plane graveyard’.

Kesepakatan untuk merelokasi pesawat berdasarkanpenandatanganan kesepakatan Global Side Letter Agreement (Global Site Letter) kedua perusahaan yang berlangsung pada 28 Juli 2021. Dalam kesepakatan itu, perseroan berjanji akan menerbangkan serta merelokasi sembilan pesawat.

Lion Air Group Kembalikan Sembilan Pesawat

Selain Garuda, Mentari Lion Airlines atau Lion Air Group juga mengumumkan mengembalikan enam armadanya ke perusahaan penyedia sewa pesawat atau lessor.

Ilustrasi maskapai penerbangan. (Terkini.id/Effendy Wongso)

“Keputusan ini digunakan untuk melakukan perbaikan yang tujuan akhirnya adalah memperbaiki serta memaksimalkan kinerja yang dijalankan perusahaan. Lion Air Group sangat perlu melakukan evaluasi kinerja dan melakukan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing,” ujar Danang dalam keterangannya pada Sabtu 7 Agustus 2021.

Adapun enam pesawat itu dikirimkan ke Alice Springs, Australia sesuai lokasi yang telah disepakati dengan lessor. Enam armada ini merupakan bagian dari 299 pesawat milik Lion Air yang dioperasikan baik dengan skema finance lease maupun operationg lease. Finance lease adalah sewa beli, sementara operating lease adalah sewa pesawat.

Lion Air Group telah melakukan negosiasi dengan semua mitra dan 90 persennya terjadi kesepakatan. Lion menilai pengembalian pesawat itu merupakan solusi terbaik di tengah wabah yang membuat maskapai menghadapi tantangan berat.

AirAsia Hentikan Penerbangan di Rute Domestik

Maskapai AirAsia memberhentikan penerbangan berjadwalnya untuk rute domestik selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4. Mulanya, AirAsia menghentikan penerbangan pada 6 Juli 2021 hingga 5 Agustus 2021.

Namun karena pemerintah melanjutkan PPKM Level 4 hingga 9 Agustus 2021, AirAsia pun memperpanjang masa pemberhentian penerbangan berjadwal hingga 6 September 2021.

“Kami memahami kekecewaan dan ketidaknyamanan serta berbagai pertanyaan terkait pemesanan yang sudah berjalan. Jangan khawatir, kami tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” tulis manajemen AirAsia dalam keterangannya seperti dikutip dalam laman Instagramnya pada Jumat 6 Agustus 2021 lalu.

Manajemen sendiri bakal mengevaluasi kebijakan perusahaan sesuai perkembangan situasi pandemi Covid-19. Maskapai berencana kembali melayani penumpang reguler seandainya keadaan pagebluk sudah membaik.

Lantaran adanya penghentian penerbangan, AirAsia menawarkan reschedule atau perubahan jadwal perjalanan untuk penumpang.

AirAsia membuka opsi bagi penumpang untuk mengubah tiketnya menjadi akun kredit yang berlaku sampai dua tahun atau mengubah perjalanan secara langsung tanpa biaya tambahan dengan masa kedaluwarsa penerbangan hingga 13 Oktober 2021. Penumpang juga bisa memilih opsi pengembalian dana atau refund.

Sriwijaya Air Ubah Jadwal dan Rute Penerbangan

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air Group turut melakukan penyesuaian rute dan jadwal penerbangan di PPKM Level 4. Penyesuaian diklaim telah mempertimbangkan tingkat permintaan dan kondisi di setiap daerah.

Sriwijaya Air. (Terkini.id/Effendy Wongso)

“Berkaitan dengan penyesuaian jadwal penerbangan, Sriwijaya Air Group menyiapkan kebijakan tiket yang fleksibel guna memudahkan para pelanggan, di antaranya dengan membebaskan biaya rebook/reschedule,” beber Direktur Niaga Sriwijaya Air Group Henoch Rudi Iwanudin, Jumat, 6 Agustus 2021 lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here