Indonesia Cetak Rekor Kematian Tertinggi di Dunia, PKS: Pemerintah Perlu Perhatikan Angka Kematian

450
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera Kritik /instagram/@mardanialisera/

Politikus PKS Mardani Ali Sera meminta pemerintah untuk memperhatikan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia.

Pasalnya, menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pada Selasa 27 Juli 2021, angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia, yaitu sebanyak 2.069 kasus.

Angka tersebut menjadi rekor baru kasus kematian di Indonesia sejak pengumuman pandemi Covid-19 melanda pada Maret 2020 lalu.

Terkait hal tersebut, Politikus PKS tersebut meminta pemerintah memperhatikan angka kematian juga, bukan sekedar yang terpapar saja.

Pendapatnya tersebut disampaikan Mardani melalui akun Twitter miliknya @mardanialisera pada Rabu 28 Juli 2021.

“Kematian yg sangat tinggi lbh dr 2000 org. Pemerintah perlu sangat memperhatikan angka kematian. Bukan sekadar jumlah positif Covid,” tulis Mardani Ali Sera dikutip Galamedia.

Ia pun mengatakan bahwa hal tersebut menjadi tanda bahwa fasilitas kesehatan memiliki beban yang berat.

Politikus PKS ini pun mengatakan bahwa jika gelombang kedua tsunami Covid-19 terus menyapu luar Jawa, akan menjadi beban yang lebih berat.

“Ini menandakan beratnya beban fasilitas kesehatan. Akan sangat berat jk tsunami Covid gelombang kedua ini menyapu luar Jawa,” sambungnya.

Mardani pun kembali menyuarakan bahwa Presiden Jokowi harus turun tangan menghapi pandemi khususnya di luar Jawa dan Bali yang kini tengah mengalami lonjakan kasus Covid-19.

“Ayo satukan barisan dgn orkestrasi yg kokoh menjaga rakyat. Sekali lg presiden mesti turun tangan menghadapi pandemi, khususnya di luar Jawa & Bali yg sedang menghadapi lonjakan kasus Covid-19,” kata Mardani.

“Pak @jokowi bisa mulai dengan memperbaiki laporan data Covid-19 dari semua daerah,” imbuhnya.

Mardani pun menyoroti adanya dugaan manipulasi laporan. Ia lalu meminta pemerintah untuk mendapatkan data yang akurat agar bisa membantu rakyat yang terdampak Covid-19.

“Beredar info dugaan manipulasi laporan dari daerah pada pertengahan Juli yang lalu. Dengan data yang akurat, pemerintah bisa mengetahui kebutuhan tenaga kesehatan, obat2an, ranjang sampai oksigen,” lanjutnya.

Sementara, menurut Ketua DPP PKS tersebut, pengadaan vaksin juga bisa digenjot agar semua daerah, tidak hanya Jawa dan Bali, bisa mendapatkannya lebih cepat.

“Penanganan pandemi di luar Jawa serta Bali harus disamakan dengan di dua wilayah ini,” tuturnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here