Independen Sebagai Idiologi

208

Sebuah Pemikiran
Agung Mozin

Independen adalah sikap, paham (ajaran) kesadaran keanggotaannya dalam suatu bangsa yang secara potential atau aktual bersama-bersama mempertahankan dan mengabdikan identitas, integritas untuk mencapai kemajuan dan kemakmuran sebagai orang-orang berdaulat

Sebagai doktrin politik, paham Independen memberikan basis dan pembenaran idiologis kepadai anak bangsa untuk mengorganisasikan dirinya sendiri kedalam entitas-entitas (kesatuan-kesatuan) yang bebas dan otonom. Entitas-entitas ini sebagian besar mengambil sikap dan paham independen dalam sebuah negara merdeka

Paham Independen banyak dijadikan sikap politik pada banyak organisasi kemasyarakatan dan politik sebagai slogan-slogan heroik. Namun jarang orang yang mampu mempelajari dengan baik sebagai kajian akademik.Paham Independen tumbuh mengikuti jalannya kehidupan politik dalam kerangka mewujudkan tatanan berbangsa dan bernegara.

Sebagai sebuah paham atau idiologi bahwa Independen mempunyai kapasitas memobilisasi massa melalui janji-janji kemajuan dalam proses demokrasi. Untuk menghindari dari jebakan idiologis, maka wacana Independen harus dilepaskan dari isue-isue sektarian.

Dalam mendefinisikan independen, wacana Independen harus diletakan diruang publik, dimana setiap kelompok masyarakat dengan leluasa mengkaji secara kritis dan memberikan kontribusi kreatif terhadap wacana independen. Dengan demikian Independen menjadi arena ekspresi sosial dan budaya masyarakat yang demokratis.

Paham Independen sebagai idiologi gerakan politik, kini mekar setelah partai-partai politik telah melakukan kesepakatan jahat membonsai demokrasi dengan menaikan ambang batas dua puluh persen bagi pencalonan pasangan calon pimpinan bangsa disemua tingkatan dari daerah sampai nasional

Satu Jari Indonesia adalah gerakan politik Independen hadir untuk membangun kesadaran kolektif dalam sebuah jaringan besar, terukur dan terstruktur, menawarkan sebuah jalan baru untuk menentukan calon pemimpin dari tingkat bawah sampai tertinggi di negeri ini dengan mekanisme Konvensi Rakyat.

Konvensi ini melibatkan orang-orang Independen sebagai Relawan Satu Jari Indonesia dari sabang sampai marauke, dijalan ini rakyat dapat mempertahankan kedaulatannya dari upaya paksa yang dilakukan oleh sekelompok minoritas oligarchi yang mempertahankan kerajaan korporasi bisnis mereka dan bekerjasama dengan segelintir elite politik bahkan hanya beberapa keluarga yang menjadi pimpinan partai politik yang ingin menjadikan harta yang dapat diwariskan kepada anak keturunannya dan mereka itulah yang telah merusak proses demokrasi di negeri ini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 37 = 42