ILC Malam ini: Setelah 01-02 ‘Sepiring Berdua’

624

Dalam politik tidak ada kawan dan lawan yang permanen, yang abadi hanya lah kepentingan. Ungkapan klasik itu lah yang sedang tergambar dalam perpolitikan di Indonesia.

Semasa Pemilu 2019, baik Jokowi dan kubunya maupun Prabowo beserta para pengikutnya berkompetisi secara sengit untuk meraih dukungan sebanyak-banyaknya. Sengitnya persaingan itu berdampak buruk berupa polarisasi yang amat tajam di tengah masyarakat antara pendukung Jokowi dengan kelompok Prabowo.

Kompetisi itu pun bahkan berlanjut hingga perang di dunia maya, hingga muncul sebutan kaum “cebong” (pendukung Jokowi) dan “kampret” (kubu Prabowo). Pertempuran itu berangsur-angsur padam usai Pemilu 2019 setelah Jokowi – yang dinyatakan sebagai pemenang – berdamai dengan Prabowo, sekaligus meminta masyarakat segera akhiri olok-olok cebong dan kampret dan menatap ke depan.

Sepertinya demokrasi tergambar indah usai kedua kubu mengakhiri persaingan usai Pemilu dan kembali berdamai. Namun, tak dinyana, perdamaian Jokowi dan Prabowo itu berlanjut dengan bagi-bagi kursi kekuasaan.

Kendati kalah dalam Pilpres, Prabowo dan kubunya ternyata ditawari Jokowi ikut bergabung dalam kekuasaan saat dia pekan ini menyusun kabinet untuk membantunya memerintah selama periode 2019-2024. Gayung pun bersambut. Bahkan Prabowo, sebagai Ketua Umum Partai Gerindra yang turut menguasai sejumlah kursi di parlemen, dikabarkan mendapat tawaran sebagai menteri.

“Saya sudah sampaikan keputusan kami dari partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu, hari ini resmi diminta, kami sudah sanggupi untuk membantu…Saya menyampaikan, saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan,” ujar Prabowo usai dipanggil Jokowi ke Istana Presiden, Senin 21 Oktober 2019.

Ini keputusan yang mengagetkan sekaligus mengecewakan bagi sebagian pendukungnya selama Pemilu 2019. Memiliki jumlah kursi yang cukup signifikan di DPR, kubu Prabowo yang kalah di Pilpres tadinya diharapkan menjadi oposisi yang kritis untuk mengawasi jalannya pemerintahan Jokowi periode 2019-2024. Bukan kah dalam demokrasi yang ideal, kubu yang kalah Pemilu tetap bisa berperan sebagai oposisi atas kubu pemenang agar ada check and balances dan pemerintah perlu diawasi?

Topik ini yang bakal menjadi perdebatan dalam Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne pada Selasa malam, 22 Oktober 2019. Bertema “Setelah 01-02 ‘Sepiring Berdua'” program talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi tvOne Karni Ilyas itu akan menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat maupun pakar politik dan hukum untuk adu gagasan dan silang pendapat soal bagi-bagi kekuasaan antara kubu 01 dan 02 usai Pemilu 2019 itu.

Saksikan ILC bertema “Setelah 01-02 ‘Sepiring Berdua'” Selasa Malam 22 Oktober 2019 pukul 20.00 WIB hanya di tvOne. viva

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here