Home News Lantang! MUI Bilang Ferdinand Menista Agama Buntut Sebut ‘Allahmu Lemah’

272
Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Amirsyah Tambunan ikut menyoroti cuitan ‘Allahmu Lemah’ yang dibuat pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean.

Amirsyah Tambunan menila cuitan itu sudah memenuhi unsur pidana. Ferdinand kata dia bisa bisa dijerat dengan pasal penistaan agama lantaran membandingkan ‘Allah kuat’ dan ‘Allah lemah’

Dia menegaskan Ferdinand sudah bisa dijerat dengan UU No 1 Tahun 1965.Dia menjelaskan bahwa dalam UU tersebut pasal 1 ditegaskan setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia.

 

“Atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu: penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu” kata  Amirsyah dikutip Kamis (6/1/2022).

Lantaran menilai Ferdinand telah menista agama, Amirsyah  mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan menahan mantan politisi partai Demokrat tersebut.

“Pernyataan Ferdinand Hutahaean patut diduga memenuhi unsur penistaan agama. Pihak penegak hukum yaitu kepolisian sebagai pengayom dan penegak hukum wajib segera mengambil tindakan tegas untuk mewujudkan rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, pernyataan Ferdinand itu mengkonfirmasi bahwa pengetahuan pria berdarah Batak itu tentang agama sangat minim. dia juga menyebut Ferdinand adalah salah satu tokoh yang intoleran.

 

“Kontroversial Ferdinand Hutahaean (FH), telah membuktikan pengetahuan yang dangkal soal agama, menunjukkan sikapnya intoleran,” tukasnya.

Ferdinand sendiri sebetulnya telah menyampaikan permohonan maaf setelah pernyataan kontroversial itu ramai-ramai dihujat pengguna media sosial. Permintaan maaf itu disampaikan lewat sebut video pendek yang diunggah di akun twitter pribadinya Rabu (5/1/2022). Dalam video itu, pria berdarah Batak ini mengaku pernyataan itu sama sekali dimaksud untuk menyerang kelompok, atau agama tertentu.

“Klarifikasi atas cuitan saya yg kemudian viral, semoga semua bisa paham. Bahwa sesungguhnya itu dialog antara pikiran dan hati saya yg sedang down. Bukan untuk menyasar kelompok tertentu, orang tertentu dan agama tertentu. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Terimakasih,” tulis Ferdinand dalam keterangan video klarifikasi dikutip Populis.id.

Kendati telah meminta maaf, namun beberapa kelompok masyarakat yang tidak terima dengan pernyataan  Ferdinand telah melayangkan laporan ke pihak kepolisian, lantaran  pernyataan itu dinilai bisa memecah belah masyarakat karena disinyalir mengandung unsur SARA.

Bareskrim Polri telah menerima laporan dari masyarakat terkait pernyataan Ferdinand. Salah satu laporan terdaftar dengan nomor polisi LP/0007/I/2021/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 5 Januari 2022 pada pukul 16.20 WIB.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here