Hoaks Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio, Ayang Utriza: Jebakan Terlucu, Layak Dapat Medali Emas

491

Anak Akidi Tio, Heriyati ditangkap Polda Sumatera Selatan karena diduga berbohong soal sumbangan Rp 2 triliun, Senin, 2 Agustus 2021.

Sebelumnya, Heriyati mewakili keluarga Akidi Tio menyatakan akan memberikan dana hibah ke Provinsi Sumsel senilai Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19.

Namun sumbangan itu diduga cuma prank. Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol. Ratno Kuncoro mengatakan, penangkapan Heriyati lantaran setelah polisi mengecek ke rekening Bank Mandiri sama sekali tidak ada nominal uang yang disumbangkan itu.

“Yang bersangkutan langsung kami bawa ke mapolda dari Gedung Bank Mandiri Palembang,” kata Ratno.

Hingga berita ini diturunkan, Heriyati masih diperiksa Tim Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel.

Diamankannya Heriyati membuat sebagaian besar masyarakat Indonesia terkaget-kaget. Terlebih jika sumbangan yang dijanjikan hanyalah prank semata.

Guru Besar Studi Islam Katholieke Universiteit Leuven (KU Leuven) Belgia, Prof. Ayang Utriza Yakin ikut angkat bicara terkait hal tersebut.

Ia menyampaikan pendapatnya lewat cuitan di akun Twitter, hari ini, Senin, 2 Agustus 2021.

“Selamat Anda Heriyanti Akidi Tio dapat medali emas untuk kategori jebakan terlucu abad ini!” begitu tulis Ayang.

Mantan Menteri KKP, Susi Pudjiastuti juga ikut bersuara. Ia tak menyangka apa yang sudah terjadi dan meminta agar ada klarifikasi.

“Bbrapa hari lalu sy apresiasi & respek atas donasi Rp 2T, angka fantastis yg sulit untk dipercaya, tp media ramai memberitakan krn sumber dr keluarga & kapolda, bila akhirnya tidak benar sebaiknya ada klarifikasi dr keluarga & kapolda,” tulis Susi.

Sebelumnya, dalam konferensi pers yang dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri pada Senin, 26 Juli 2021, disampaikan soal sumbangan Rp 2 triliun.

Hadir dalam acara tersebut, anak kandung dari almarhum Akidi Tio, Heriyati dan dokter keluarga Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan yang menjadi perantara.

Akidi Tio disebutkan merupakan pengusaha sukses asal Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur yang bisnisnya bergerak di bidang usaha konstruksi.

 

Menurut Kombes Ratno, sejak dinyatakan akan memberikan dana bantuan tersebut, Polda Sumsel membentuk tim khusus untuk mengawal pemberian bantuan ini.

“Motif masih kami dalami, ini bisa dikenakan dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 15 dan 16, pasal penghinaan negara dengan ancaman 10 tahun,” kata dia.

Saat ini dokter keluarga dari Akidi Tio, Prof dr Hardi Darmawan juga turut diperiksa di Mapolda Sumsel.

“Kami tidak ingin terjadi polemik dan fitnah, kami akan usut tuntas,” kata dia pula.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here