Heboh Video Seorang Pria Doktrin Anggota Pemuda Pancasila untuk Membunuh Buat Geger di Media Sosial

370

Viral sebuah video memperlihatkan seorang pria yang bicara di tengah sejumlah orang diduga anggota Pemuda Pancasila buat geger media sosial.

Dalam video itu, pria tersebut mendoktrin anggota Pemuda Pancasila untuk membunuh.

Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @tukangrosok__, tampak seorang pria yang menginstruksikan anggota lainnya untuk membunuh.

Saat pria tersebut berbicara, sekelompok orang lainnya tampak berdiri mengelilingi. Sebagian dari mereka tampak mengenakan seragam loreng hitam orange khas Pemuda Pancasila.

“Jadi jangan pukulin mereka, jangan bacokin mereka, selain bunuh mereka ya hilangkan nyawanya,” ujar pria itu seraya disambut anggukan kepala oleh orang-orang di sekitarnya.

Tak hanya itu, pria tersebut juga memberikan instruksi membunuh jika ada pihak yang merusak posko atau mengganggu keluarga besar Pemuda Pancasila.

“Kalau berani keluarga besar PP apalagi posko, kalau ada yang tanya, siapa pun yang ngehubunginya, pulang ke rumah, duduk manis sama keluarganya, saya akan urusan dengan Polda. Saya akan bertanggung jawab,” sambungnya.

Tidak diketahui kapan dan di mana video itu diambil. Belum diketahui juga apa yang melatarbelakangi pria itu memerintahkan anggota Pemuda Pancasila untuk membunuh.

Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Razman Nasution, menyebut pihaknya akan melakukan kroscek terkait video itu.

“Nanti saya akan kroscek ada satu video yang masuk, yang katanya mulai viral bahwa seolah-olah ada yang mendoktrinasi. Ada (orang pakai) baju PP di situ ‘bunuh saja…bunuh saja’ itu nanti akan kami kroscek,” kata Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Razman Nasution kepada wartawan.

Razman menduga ada pihak yang sengaja melakukan upaya doktrinasi tersebut. Sebab, kata dia, Pemuda Pancasila tidak pernah mendoktrin anggotanya untuk membunuh.

“Kami curiga, karena itu doktrinasi. Kami tidak doktrin itu. Kenapa ada perintah, tetapi baju PP boleh saja dipakai orang itu,” papar dia.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here