Heboh Suara Dentuman, Ini Laporan Aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Raung

698

Baru-baru ini suara dentuman di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur, seperti MalangLumajangBanyuwangi dibuat heboh dengan suara dentuman, Selasa malam 2 Februari 2021. Tak sedikit warganet yang berspekulasi suara dentuman itu dikaitkan dengan aktivitas Gunung Semeru dan Gunung Raung.

Sebab, suara dentuman itu terdengar mulai pukul 23.00 WIB hingga Rabu dini hari 3 Februari 2021. Namun belum ada satupun instansi terkait yang membenarkan sumber suara tersebut akibat meningkatnya aktivitas vulkanologi dari kedua gunung api aktif di wilayah Jawa Timur itu.

Dikutip dari akun instagram Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang dipastikan suara dentuman yang terdengar di sekitar wilayah Malang bukan dari Gunung Semeru maupun Raung.

Kepastian sumber suara tersebut, setelah petugas Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kota Malang mengkonfirmasi juga ke BPBD yang berdekatan langsung dengan Gunung Semeru dan Gunung Raung yakni Lumajang dan Banyuwangi.

Kabar terbaru tentang masih belum jelasnya sumber suara dentuman itu darimana juga dilontarkan volunteer atau relawan Taman Nasional Gunung Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di akun instagramnya @cakyo_saversemeru pada Rabu pagi 3 Februari 2021.

Cakyo mengunggah foto Gunung Semeru terkini dengan keterangan foto sumber suara masih belum jelas dari mana.

“Yang Jelas Bukan dari Letusan Gunung Semeru atau atau Gunung Bromo. Aktivitas semeru dan bromo masih relatif sama dengan beberapa hari yang lalu tidak ada sesuatu yang menonjol. Beberapa hari terakhir ini di sekitar bromo semeru yang menonjol adalah angin kencang. Semoga semuanya aman dan terkendali
Jangan berspekulasi tanpa ada bukti yang jelas dan bertanggung jawab,” tulisnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Gempabumi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono juga menyebutkan tak ada aktivitas seismik atau gempa dalam dentuman yang terdengar di sekitar Malang Raya itu.

“Untuk teman-teman di Malang yang melaporkan pada pukul 00.50 WIB – 1.18 WIB dan pukul 03.00 WIB – 03.22 WIB mendengar suara dentuman misterius, ini catatan sensor BMKG di Pandaan (MLJI) tidak mencatat anomali seismik,” tulis Daryono menanggapi informasi soal suara dentuman di sekitar Malang.

Laporan Kebencanaan Geologi, 3 Februari 2021 berdasarkan data terbaru dari situs vsi.esdm.go.id :

Gunung Semeru

Tingkat aktivitas Level II (Waspada). G. Semeru (3.676 m dpl) mengalami erupsi tidak menerus. Erupsi ekplosif dan efusif, menghasilkan aliran lava ke arah lereng selatan dan tenggara, serta lontaran batuan pijar di sekitar kawah puncak.

Gunung api tertutup kabut sebagian hingga keseluruhan tubuh gunungapi. Erupsi masih terjadi tetapi kolom erupsi dan asap kawah tidak teramati. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah ke arah timur laut dan selatan. Teramati 1 kali awan panas guguran sejauh kl. 2 km dari lidah lava ke arah besuk kobokan

Melalui rekaman seismograf pada 2 Februari 2021 tercatat:

71 kali Gempa Letusan/Erupsi
1 kali Gempa Awan Panas Guguran
1 kali Gempa Guguran
16 kali Gempa Hembusan
2 kali Gempa Tektonik Jauh
1 kali Gempa Getaran banjir
Rekomendasi:

Dalam status Level II (Waspada) agar:

Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 Km dari kawah/puncak G. Semeru dan jarak 4 Km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak G. Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.

Menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi.
Perlu diwaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.

Mewaspadai ancaman lahar di alur sungai/lembah yg berhulu di G. Semeru (mengingat banyaknya material vulkanik yg sudah terbentuk).
VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit pada tanggal 2 Februari 2020, pukul 06:36:00 WIB. Tinggi abu vulkanik tidak teramati, namun abu vulkanik bergerak ke arah timurlaut.

Gunung Raung

Sejak tanggal 20 Januari 2021, terekam gempa Tremor Non Harmonik tidak menerus, diikuti oleh Gempa Vulkanik Dalam, disertai adanya perubahan pada tinggi kolom hembusan gas/abu dan warna kolom hembusan. Maka sejak tanggal 21 Januari 2021 tingkat aktivitas G. Raung dinaikan menjadi Level II (Waspada).

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dengan intensitas sedang tinggi sekitar 1000 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan selatan.

Melalui rekaman seismograf pada 2 Februari 2021 tercatat:

1 kali Gempa Tektonil Lokal
4 kali Gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 2-32 mm, dominan 14 mm
Rekomendasi: Masyarakat/pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak.

VONA: VONA terakhir terkirim kode warna ORANGE, terbit pada tanggal 2 Februari 2021, pukul 23:54:00 WIB. Abu vulkanik teramati dengan ketinggian 4.332 m di atas permukaan laut atau sekitar 1000 m di atas puncak.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

70 − 63 =