Heboh Simbol Nazi di Pemakaman Gereja, Katolik Italia hingga Pemimpin Yahudi Beri Kecaman

262
Heboh Simbol Nazi di Pemakaman Gereja

Para pemimpin Katolik dan komunitas Yahudi Italia pada Selasa (11/1) mengutuk sebuah pemakaman gereja yang menggunakan simbol-simbol Nazi dalam prosesnya.

Para pemimpin agama itu geram usai melihat pemakaman keagamaan tersebut justru menggunakan bendera swastika alih-alih salib pada peti mati jenazah.

Diketahui pula, bahwa saat berada di luar gereja, warga yang ikut berkabung memberikan hormat Nazi.

Dilaporkan CNN, pemakaman di gereja itu diselenggarakan oleh para ekstremis sayap kanan Italia.

Keuskupan Agung Katolik mengatakan bahwa para imam di paroki St. Lucy di lingkungan pusat Roma, termasuk orang yang memimpin upacara pemakaman tersebut.

Namun, menurut mereka, para imam itu tidak tahu apa yang akan terjadi di luar gereja pada hari Senin itu.

Gambar-gambar di internet yang beredar menunjukkan peti mati itu membawa jasad Alessia Augello, ditutupi oleh bendera swastika.

Augello sendiri diketahui adalah mantan anggota kelompok ekstremis sayap kanan Forza Nuova.

Pernyataan keuskupan menyebut bendera itu adalah ‘simbol mengerikan yang tidak dapat didamaikan dengan agama Kristen’.

Keuskupan juga mengatakan bahwa insiden itu adalah contoh ofensif dari ‘eksploitasi ideologis’ dari sebuah layanan keagamaan.

Polisi, bagaimanapun, masih berupaya menyelidiki aksi itu, yang kemungkinan adalah bentuk kejahatan rasial.

Sementara polisi masih menginvestigasi, komunitas Yahudi Roma telah menyatakan kemarahan terhadap proses ‘pemakaman Nazi’ tersebut.

Kaum Yahudi Roma merasa heran lantaran peristiwa seperti itu masih bisa terjadi setelah tujuh dekade berakhirnya Perang Dunia II, dan jatuhnya kediktatoran fasis Italia.

“Tidak dapat diterima bahwa bendera dengan swastika masih bisa dikibarkan di depan umum di zaman sekarang ini, terutama di kota yang menyaksikan deportasi orang-orang Yahudi oleh Nazi dan kolaborator fasis mereka,” kata pernyataan itu, yang dirilis pada Selasa.

Setelah penggerebekan di lingkungan Yahudi Roma pada 16 Oktober 1943, lebih dari seribu orang Yahudi di ibu kota dideportasi.

Sebagian besar mereka kemudian dipindah ke kamp kematian Auschwitz di Polandia yang diduduki Nazi.

Dari ribuan umat Yahudi itu, hanya 16 orang yang berhasil kembali.

Dalam pernyataannya, komunitas Yahudi menambahkan bahwa insiden pemakaman itu menjadi lebih keterlaluan karena terjadi di depan sebuah gereja.

Sementara diketahui, insiden serupa juga pernah terjadi di luar gereja Roma lainnya pada bulan Maret tahun lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Akurat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here