Habib Bahar Desak Para Pendukungnya Hentikan Peperangan, Ruhut Sitompul: Hahaha, Perang Lawan Siapa?

317
Ruhut Sitompul

Lagi dan lagi nama Bahar bin Smith atau yang akrab disapa Bahar Smith kembali menjadi pusat perbincangan publik.

Kini, diketahui Bahar Smith resmi ditetapkan menjadi tersangka dan sudah dilakukan penahanan.

Perlu diketahui, Bahar Smith ditetapkan menjadi tersangka, lantaran melakukan ujaran kebenciaan.

Terkait penahananannya tersebut, Habib Bahar bin Smith tak ambil pusing dan menjalaninya dengan santai.

Pengacara Habib Bahar, Aziz Yanuar, mengungkap bahwa kliennya itu sangat unik dan begitu memikirkan para pendukungnya.

Dikatakan kuasa hukumnya, Aziz Yanuar, Habib Bahar bin Smith tidak mau sampai para pendukungnya ribut bahkan sampai berperang demi membela dirinya.

“Dini hari, dia menyuruh masyarakat membubarkan diri, ini demi NKRI dan mencegah perang antar masyarakat. Dia benar-benar memikirkan itu dan sangat menghindari,” tutur Aziz Yanuar.

Mengetahui pernyataan Habib Bahar melalui kuasa hukumnya tersebut lantas turut ditanggapi oleh politisi PDIP, Ruhut Sitompul.

Melalui akun Twitter pribadinya @ruhutsitompul, politisi PDIP tersebut menilai bahwa pernyataan Habib Bahar ini adalah pernyataan yang lucu hingga membuatnya tertawa.

“Tak lakukan perang ha ha ha tertawa aku termehek mehek,” ujarnya dilansir Galamedia dari akun Twitter @ruhutsitompul pada Rabu, 5 Januari 2022.

Lebih jauh, Ruhut Sitompul mempertanyakan maksud dari perang yang dimaksud oleh Habib Bahar.

Dalam unggahannya, politisi PDIP tersebut menjelaskan bahwa Polda Jawa Barat sudah bekerja dengan baik dan profesional dalam memproses kasus yang menjerat sang ulama.

“Perang lawan siapa? Polda Jabar sudah melakukan tugas nya secara profesional dan kita acung jempol nuhun MERDEKA,” katanya.

Perlu diketahui, Polda Jawa Barat sudah menetapkan Bahar Smith sebagai tersangka.

Bahar Smith dinyatakan sebagai tersangka atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks saat memberikan ceramah di Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 11 Desember 2021.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rachman, pihaknya sudah menemukan dua alat bukti yang sah dan mendukung.

Maka dari itu, tim penyidik akhirnya resmi menetapkan Bahar Smith sebagai tersangka.

“Dengan (dua alat bukti) penyidik telah dapat meningkatkan status hukum saudara BS dan saudara TR menjadi tersangka,” ujar Kombes Arief.

Selain alat bukti yang cukup, Bahar Smith ditahan karena dikhawatirkan akan mengulangi tindak pidana atau melarikan diri.

“Penahanan tentunya penyidik memiliki alasan subjektif dan objektif. Alasan subjektif dikhawatirkan mengulangi tindakan pidana, dikhawatirkan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti,” katanya.

Dalam kasus ini, Bahar Smith mendapat ancaman hukuman sesuai pasal yakni lima tahun penjara atau lebih.

Bahar Smith sendiri dikenakan pasal 14 ayat 1 dan 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP, dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45a UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) jo Pasal 55 KUHP.

“Alasan objektif pasal-pasalnya itu hukuman di atas 5 tahun penjara,” ujarnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here