Gus Umar Tantang Ketua Umum PBNU Komentari Menag: Kenapa Tamsilnya Harus Anjing

416
Tokoh NU, Gus Umar Hasibuan

JAKARTA – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ditantang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar alias Muhammad Umar Syadat Hasibuan
untuk mengomentari adiknya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Hal ini menyusul pernyataannya ihwal suara azan yang kemudian dikaitkan dengan gonggongan anjing dan menghebohkan seluruh Indonesia.

“Dari awal dia jd menag sy sdh bilang bicaralah hal besar bkn hanya mslh toleransi. Pdl mslh toleransi dinegara ini baik2 sj. Justru dgn ucapannya yg bikin gaduh bikin toleransi seolah2 jd mslh besar dinegara ini,” ujar Gus Umar melalui akun Twitternya, Jumat, (25/2)

“Berani gak kakaknya ketua umum PBNU komentari adiknya Menag ttg suara adzan yg ditamsilkan dgn suara anjing serta komentari aturan toa masjid?,” katanya lagi.

Gus Umar mempertanyakan kenapa tamsil yang digunakan Gus Yaqut harus menggunakan anjing?

“Kan burung bisa. Dikomplek saya ada tetangga yg pelihara burung dan brisiknya minta ampun. Tp ya aneh knp menag merasa sgt terganggu dgn suara adzan melalui toa masjid?,” ujarnya.

Dia menegaskan, rangkullah semua aqidah agar semua ummat beragama merasa dilindungi. Inilah tugas seorang menag.

Dia berharap sikap dan ucapan menag bisa mengayomi semua agama.

“Merangkul yang beda aqidah sambil memukul yang seaqidah tujuannya utk apa?,” sebutnya dikutip dari Fajar.co.id. (Rtc/ima)

Sumber Berita / Artikel Asli : Radartegal

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

+ 74 = 81