Gus Umar Sebut Ferdinand Hutahaean Mentalnya Jatuh Setelah Dilaporkan Polisi: Sudah Lebih 21 Jam Dia Gak Twit

400
okoh Nahdlatul Ulama (NU) Gus Umar Hasibuan

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan yang akrab disapa Gus Umar menanggapi mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan kasus SARA.

Gus Umar menilai mental Ferdinand Hutahaean sudah mulai jatuh setelah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Hal itu dibuktikan oleh Ferdinand Hutahaean yang biasa aktif di media sosial khususnya Twitter jarang melakukan unggahan pada hari ini.

Hal itu disampaikan oleh Gus Umar dalam cuitan akun Twitter miliknya pada Kamis, 6 Januari 2022.

“Kayaknya dia mulai jatuh mental. Biasanya tiap jam ngetwit. Skrg sdh lbh 21 jam dia gak twit apapun. Hilang kesombongannya,” cuit Gus Umar yang dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @UmarHasibuan_70 pada Kamis, 6 Januari 2022.

Selain itu, Gus Umar meminta Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. untuk segera menindaklanjuti kasus yang menimpa Ferdinand Hutahaean ini.

“Pak @ListyoSigitP smoga Polri sgr bertindak,” kata Gus Umar.

Sebelumnya, Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke pihak kepolisian karena melakukan cuitan yang menyebut ‘Allahmu lemah’ pada Selasa, 4 Januari 2022.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sudah menerima laporan dengan terlapor Ferdinand Hutahaean yang terdaftar dengan nomor polisi LP/0007/I/2021/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 5 Januari 2022 pada pukul 16.20 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan mengatakan Bareskrim Polri telah menerima laporan dari seseorang atas nama inisial HP.

“Mengenai yang dilaporkan adalah pemilik atau pengguna akun atas nama inisial FH dengan username @FerdinandHaean3,” kata Ramadhan yang dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Instagram @divisihumaspolri pada Kamis, 6 Januari 2022.

Dia mengatakan dugaan tindak pidana tersebut dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

“Yang dilaporkan adalah berkaitan dengan, saya ulangi, menyebarkan informasi bermuatan permusuhan berdasarkan SARA, menyebarkan pemberitaan bohong,” ungkap Ramadhan.

“Yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan masyarakat,” sambungnya.

Ferdinand disangkakan melanggar Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Kemudian, Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 KUHP Pasal 45 a ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here