Gunung Semeru Erupsi, 1.300 Warga Harus Mengungsi, Kepala BNPB Janji Penuhi Kebutuhan Pengungsi

325

Sebanyak 1.300 warga kini harus tinggal di posko pengungsian pasca Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto mengatakan, data pada Minggu kemarin, ada kurang lebih 1.300 warga yang mengungsi.

Suharyanto menyebutkan, pengungsi tersebut tersebar di berbagai titik pengungsian.

Ia pun berjanji akan memenuhi kebutuhan para pengungsi ini, baik untuk menyediakan tempat pengungsiannya maupun memenuhi kebutuhan mereka.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan) mendengarkan informasi terkini yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) di Kantor Kecatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kanan) mendengarkan informasi terkini yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) di Kantor Kecatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/12/2021). (Dokumentasi BNPB)

“Kemudian para pengungsi sudah ada di beberapa titik, dengan jumlah sekitar 1.300 orang. Kemudian untuk para pengungsi ini akan kami pastikan, baik tempat maupun kebutuhannya terpenuhi,” kata Suharyanto dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Senin (6/12/2021).

Lebih lanjut, Suharyanto mengungkapkan, jumlah korban jiwa akibat erupsi Gunung Semeru pada Minggu siang kemarin bertambah menjadi 14 orang.

Selain itu, ia menyebut masih ada korban lain di beberapa wilayah yang belum bisa devakuasi.

Hal ini dikarenakan kondisi yang masih berbahaya dan tidak kondusif, sehingga proses pencarian korban harus ditunda.

Kepala BNPB ini pun berjanji, pihaknya akan mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk mencari korban-korban lainnya.

“Sampai hari ini (Minggu), ada 14 orang yang meninggal dunia. Masih kita cari terus (korban) dengan mengerahkan segala kemampuan yang ada,” tuturnya.

 

Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas di Radius 1 Kilometer dari Kawah Semeru

Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, pasca erupsi Gunung Semeru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan beraktivitas di luar radius rawan bencana.

Radius yang dimaksud yakni 1 kilometer (km) dari kawah atau puncak Gunung Semeru.

“Tingkat aktivitas Gunungapi Semeru saat ini tetap di Level II (Waspada), untuk itu diimbau kepada masyarakat untuk mematuhi rekomendasi dari Badan Geologi.”

Sebuah kawasan terlihat tertutup abu vulkanik di desa Sumber Wuluh di Lumajang pada 5 Desember 2021, pasca letusan gunung Semeru yang menewaskan sedikitnya 14 orang. (Photo by JUNI KRISWANTO / AFP)
Sebuah kawasan terlihat tertutup abu vulkanik di desa Sumber Wuluh di Lumajang pada 5 Desember 2021, pasca letusan gunung Semeru yang menewaskan sedikitnya 14 orang. (Photo by JUNI KRISWANTO / AFP) (AFP/JUNI KRISWANTO)

“Tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara,” jelas Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono, Minggu (5/12/2021).

“Serta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat,” sambungnya.

Terkait peningkatan aktivitas Gunung Semeru, Kementerian ESDM melalui Badan Geologi telah memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan di daerah sejak tanggal 1 Desember 2021.

Di mana telah terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 1.700 meter dari puncak atau 700 meter dari ujung aliran lava dengan arah luncuran ke tenggara.

“Sudah ada peningkatan (aktivitas Gunung api Semeru) pada tanggal 1 Desember 2021. Sudah terjadi awan panas guguran dan hal ini sudah kami sampaikan kepada para stakeholder di daerah melalui grup WhatsApp,” ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani.

“Selain itu pada 2 Desember 2021 kami juga mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kepala BNPB, Gubernur Jatim, Bupati Lumajang, dan Bupati Malang mengenai kondisi kekinian beserta imbauan yang kami sampaikan di dalam surat tersebut,” sambungnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : Tribunnews

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

45 − = 41