Gunung Semeru Alami Erupsi, Warga: Ya Allah, Selamatkan Kami

298

Gunung Semeru saat ini telah mengalami erupsi atau dikenal meletus yang diawali oleh banjir lahar dan guguran awan panas, Sabtu, 4 Desember 2021.

Kejadian tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari. Ia mengatakan bahwa kejadian ini yang diamati dari PPGA Gunung Semeru tercatat mulai pukul 14:47 WIB.

“Kronologi kejadian yang diamati dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Gunung Semeru di Pos Gunung Sawur, Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter,” tutur  Abdul Muhari.

 

Pada pukul 15.10 WIB, lanjutnya, PPGA Pos Gunung Sawur melaporkan visual abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas teramati mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang

“Selain itu, laporan visual dari beberapa titik lokasi juga mengalami kegelapan akibat kabut dari abu vulkanik,” lanjutnya.

 

Sementara, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan akan segera bertolak ke daerah terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jatim.

Ia akan mengecek salah satu titik yang rusak, yakni Jembatan Gladak Perak. Rusaknya jembatan ini membuat evakuasi warga di Kecamatan Pronojiwo, terkendala.

“Lagi dicek infrastruktur dari Malang ke Lumajang, ada informasi ada jembatan yang harus dicek ulang,” kata Khofifah. Dilansir dari CNN. Sabtu, 4 Desember 2021.

 

Mantan Menteri Sosial RI ini baru akan bisa memberikan keterangan detail saat meninjau lokasi. Saat ini kata dia, seluruh pihak bahu membahu untuk melakukan penanganan dan evakuasi warga di daerah terdampak.

“Kalau aku sudah di sana bisa detail. InsyaAllah bupati wali kota yang di sana akan gotong royong,” ucapnya.

Sebab kejadian tersebut pula sejumlah warga di Kabupaten Lumajang mengisahkan hujan kerikil yang terjadi akibat Gunung Semeru erupsi. Selain itu, mereka juga dihujani lumpur akibat abu dan air hujan bersatu karena erupsi tersebut.

“Iya tadi sempat hujan kerikil. Sakit semua badan dan kepala ini,” kata Heri, salah satu warga Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Heri menyebut hujan kerikil itu banyak dialami oleh penambang pasir di Curah Kobokan ketika Gunung Semeru erupsi.

Hujan kerikil itu datang ketika banyak penambang berada di lokasi. Mereka langsung berhamburan dan mengajak sesama rekannya untuk berlindung.

Selain itu, diketahui bukan hanya kerikil, lumpur juga menghujani warga yang berada dekat dengan Gunung Semeru tersebut. Dari atas kepala hingga ujung kaki, banyak warga bermandikan lumpur akibat abu juga air hujan bercampur dan turun ke Bumi. Banyak warga yang tak sempat berlindung akibat diguyur hujan lumpur.

Jalan-jalan di Desa pun dilaporkan tertutup lahar dingin.

“Ya Allah, Ya Allah, ayo berlindung, selamatkan kami,” teriak warga yang berlarian mencari tempat berlindung dari hujan lumpur dan kerikil.

Warga yang merasakan hujan kerikil dan mandi lumpur membawa payung juga jas hujan demi melindungi tubuhnya. Meski begitu, sekujur tubuh mereka tetap dipenuhi lumpur.

Sementara warga yang sedang dalam perjalanan memilih menunda perjalanan mereka dan berteduh dari hujan kerikil dan lumpur.

Sumber Berita / Artikel Asli :  terkini 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 + 3 =