Google Sebut Pemerintah Indonesia Terbanyak Minta Konten Dihapus, Rocky Gerung akan Ajukan Citizen Complaint

367
Google

Google mengungkapkan, Indonesia berada di urutan teratas sebagai pemerintah negara yang paling banyak meminta item konten dihapus pada bulan Januari 2021 hingga Juni 2021.

Fakta itu membuat pengamat politik, Rocky Gerung berniat mengajukan citizen complaint (komplain warga) ke Google.

Komplain warga yang akan diajukan Rocky Gerung berisi permintaan untuk menghapus konten tentang keberhasilan Presiden Jokowi dalam bidang ekonomi.

 

“Ya kalau saya sebagai warga negara bisa bikin semacam citizen complaint, lalu meminta Google untuk menghapus hanya satu konten saja, yaitu konten pemerintah,” kata Rocky Gerung, dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal Youtube Rocky Gerung Official pada Minggu, 24 Oktober 2021.

“Yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi berhasil di dalam ekonomi. Itu saja yang saya minta dihapus tuh, satu doang,” sambung Rocky Gerung.

Selain itu, Rocky Gerung juga meminta konten terkait pujian PDIP terhadap Jokowi juga dihapus.

 

“Saya baca tadi, berita PDIP bilang Presiden Jokowi adalah presiden yang memberi harapan. Nah ini konten yang mesti dihapus tentunya, kita mesti minta ke Google,” ungkap Rocky Gerung.

“Karena yang ngomong adalah PDIP tuh, memuji tuh. Itu sama dengan jeruk minum jeruk di kebun jeruk,” sambung Rocky Gerung.

PDIP dan pemerintah, kata Rocky, merupakan satu kesatuan politik di mana partai berlambang banteng tersebut adalah partai pengusung Presiden Jokowi.

“Itu kan konten yang gak ada isinya kan? Itu namanya konten dalam logika tautologi, jeruk minum jeruk di kebun jeruk, itu artinya berbahaya sebagai promosi karena terlalu benar, hal yang terlalu benar itu palsu. Itu konten semacam itu yang mesti dihilangkan tuh,” kata Rocky Gerung.

Kemudian Rocky Gerung mengusulkan pemerintah harus melakukan adu argumen kepada rakyat.

Hal tersebut harus dilakukan agar tampak adil, karena jika rakyat kalah dalam argumen, maka pemerintah boleh meminta penghapusan konten.

“Kalau mau fair mestinya pemerintah itu duel dulu argumen dengan rakyat, kalau rakyatnya kalah baru minta Google Right Off itu, dihilangkan sebagai konten,” kata Rocky Gerung.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here