Giring Ganesha Tuding Anies Baswedan Pembohong, Said Didu Ungkit Janji Jokowi ke Rakyat

406
Said Didu

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengomentari tudingan Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha yang menyebut Anies Baswedan pembohong.

Di tengah hebohnya pernyataan kontroversial Giring Ganesha terhadap Anies Baswedan itu, Said Didu lalu mengungkit janji-janji Presiden Jokowi yang sempat dilontarkan ke rakyat.

“Mari munculkan kebohongan pemimpin yang ada,” kata Said Didu, Selasa 21 September 2021 melalui akun Twitter-nya @msaid_didu.

“1) Mobil esemka, 2) tidak akan ngutang, 3) tidak akan impor, 4) tidak akan bagi-bagi jabatan, 5) akan perkuat KPK, 6) ekonomi meroket, 7) dan seterusnya,” tuturnya menambahkan.

Sebagai informasi, sebelumnya Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha memberikan pesan agar publik melihat rekam jejak Anies Baswedan dalam menyongsong Pilpres 2024.

Menurut Giring GaneshaAnies Baswedan yang saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta merupakan pembohong sehingga hal itu harus diingat rakyat Indonesia.

 

“Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan Gubernur Anies Baswedan,” kata Giring Ganesha dikutip Jurnal Soreang dari akun Twitter DPP PSI, Selasa 21 September 2021.

Dalam paparannya, Plt Ketua Umum PSI itu menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak bisa mengatasi krisis pandemi Covid-19 di wilayah yang dipimpinnya.

Giring Ganesha pun membeberkan sejumlah indikator alasan dirinya menyebut Anies Baswedan bukan sebuah contoh orang yang bisa mengatasi krisis di masa Covid-19 saat ini.

“Indikator utama dalam menilai kegagalan Gubernur Anies Baswedan adalah melihat bagaimana cara Gubernur DKI Jakarta itu membelanjakan uang rakyat selama pandemi Covid-19,” kata dia.

APBD Jakarta yang begitu besar, kata Plt Ketua Umum PSI itu, dibelanjakan oleh Gubernur DKI Jakarta untuk kepentingan ego pribadinya maju sebagai calon presiden 2024.

Menurut Giring GaneshaAnies Baswedan mengeluarkan anggaran mencapai Rp1 triliun untuk penyelenggaraan balapan mobil formula E padahal acara tersebut tidak berguna.

Mantan vokakis band Nidji itu juga mengaku miris lantaran uang rakyat Rp 1 triliun dihabiskan oleh Gubernur Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal, dan hidupnya susah karena pandemi Covid-19.

“Uang 1 triliun rupiah dia keluarkan padahal rakyat terlantar tidak bisa masuk ke rumah sakit yang penuh, rakyat kesulitan makan karena kehilangan pekerjaan,” kata Giring Ganesha.

“Di tengah semua penderitaan rakyat Gubernur Anies Baswedan (sempat) mengatakan menyerah. Tidak bisa mengatasi situasi, dia mengaku tidak ada dana untuk mengatasi Covid-19,” tuturnya.

Plt Ketua Umum PSI itu juga menyoroti pernyataan Gubernur DKI Jakarta itu yang sebelumnya meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan Covid-19 rakyat jakarta.

“Tetapi Anies dihadapan media selalu menampakan diri peduli dengan penderitaan rakyat, karena pandemi. Tapi apakah dia peduli?,” ucap Giring Ganesha.

Pura pura peduli, kata Giring Ganesha, adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi Covid-19 dan penderitaan orang banyak.

“Saya percaya kejujuran adalah resep penting untuk keluar dari krisis. Situasi genting akibat pandemi Covid-19 memerlukan keterbukaan dan transparansi,” ujarnya.

“Karena hanya dengan (kejujuran) itu kita bisa mengidentifikasi masalah dengan benar dan mencari jalan keluar dari krisis,” kata dia.

Giring Ganesha memandang dalam krisis seorang pemimpin adalah panglima yang mengambil tanggung jawab dan menyampaikannya kepada publik secara transparan baik situasi atau pilihan pilihan yang dia ambil dalam meresponsnya.

“Dalam krisis seorang pemimpin sejati harus berupaya sekeras mungkin menyelamatkan kepentingan yang lebih besar,” kata Giring Ganesha menegaskan.***

Sumber Berita / Artiekel Asli : Pikiran Rakyat

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here