Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK, Rocky Gerung Sebut Ubedilah Badrun Telah Membuka ‘Kotak Pandora’

373
Gibran dan Kaesang

Dua putra Presiden Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep baru-baru ini dilaporkan Ubedilah Badrun ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan KKN dan pencucian uang.

Pengamat politik dan akademisi Rocky Gerung turut buka suara mengenai Gibran dan Kaesang yang dilaporkan Ubedilah Badrun ke KPK baru-baru ini.

Rocky Gerung menyebut Ubedilah Badrun telah membuka kotak pandora di balik tindakannya yang melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK.

Rocky Gerung menegaskan bahwa Ubedilah Badrun telah mewakili kegelisahan masyarakat terhadap dugaan nepotisme dari kalangan keluarga Presiden Jokowi.

Mantan pengajar sekaligus alumni Universitas Indonesia (UI) itu berkelakar dengan menyebut bahwa laporan kepada Gibran dan Kaesang akan ditolak KPK jika laporan tersebut diajukan oleh sebuah LSM.

“Ini betul-betul Ubed mewakili kegelisahan kita tentang status dari keluaraga presiden. Dan kalau yang melaporkan itu adalah LSM, ya mungkin dianggap ‘Wah, atau kelompok tertentu’,” kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip Kabar Besuki dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Selasa, 11 Januari 2022.

Rocky Gerung juga menyebut Ubedilah Badrun itu merupakan doktor sosiologi yang sangat memahami etika publik, dan mendukung tindakan Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu untuk melaporkan Gibran dan Kaesang ke KPK karena telah melakukan pelanggaran etika publik.

“Ubed ini adalah doktor di bidang sosiologi, paham tentang etika publik. Jadi dia mengerti kenapa dia harus laporkan, karena itu bertentangan dengan public ethics, yang selama ini orang duga ada insider trading tapi orang semacam Sri Mulyani diem,” ujarnya.

Rocky Gerung juga menanggapi pernyataan Ubedilah Badrun yang dinilainya sangat memahami buruknya reformasi yang telah diperjuangkannya sejak 1998.

Pria yang tinggal di kawasan Bojong Koneng, Bogor, Jawa Barat itu menyebut Presiden Jokowi saat ini berada dalam pusaran nepotisme.

“Dia paham mengapa reformasi ini akhirnya memburuk, karena permainan yang kita sering sebut sebagai nepotisme tuh. Nah, presiden ada di dalam wilayah itu sekarang,” katanya.

Rocky Gerung juga menyoroti kecurigaan publik mengenai sumber kekayaan yang diperoleh Gibran dan Kaesang hingga berhasil mengakuisisi sejumlah perusahaan besar, termasuk di antaranya Persis Solo yang sukses menjuarai Liga 2 2021.

“Jadi Ubed hanya ingin mengingatkan kembali bahwa reformasi itu janjinya adalah hilangkan nepotisme tuh dalam keadaan apapun. Apalagi sekarang ada keterbukaan informasi, orang bertanya-tanya ‘Akumulasinya anak presiden dari mana? Kok tiba-tiba ada skandal yang betul-betul mencengangkan?’,” ujar dia.

Rocky Gerung juga menghimbau agar dosen lainnya di Indonesia juga mengikuti langkah Ubedilah Badrun dalam menyikapi isu yang menyeret nama Gibran dan Kaesang, meski berpotensi menuai risiko serius.

“Mestinya dosen-dosen yang lebih senior dari Ubed lakukan hal yang sama. Banyak betul dosen ‘bodoh’ di universitas negeri yang nggak mau ambil risiko, padahal sebetulnya integritasnya terganggu,” ucapnya.

Terakhir, pemilik jargon ‘akal sehat’ itu menilai bahwa Ubedilah Badrun telah membuka kotak pandora yang menegaskan bahwa negeri ini sedang disiksa oleh kebijakan yang oligarkis, meski dia menduga bahwa pria yang akrab disapa Ubed itu akan dipecat sebagai Dosen UNJ.

“Mungkin dia akan dipecat sebagai dosen, tapi kita mesti anggap bahwa Ubed membuka kotak pandora supaya yang lain paham bahwa negeri ini sedang disiksa oleh kebijakan yang oligarkis dan masuk ke dalam nepotisme baru,” tuturnya.

Sementara itu, Gibran secara terpisah menanggapi dengan santai saat ditanya oleh awak media mengenai dugaan kasus yang menyeret namanya dan adik bungsunya, Kaesang.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here