Gerbang DPRD Papua Dipenuhi Gas Air Mata, Ada Tembakan Peringatan

546

Jayapura -Aktivitas terkini di Kota Jayapura lumpuh total. Sejumlah fasilitas layanan publik menjadi sasaran aksi anarkis pedemo yang berjumlah lebih dari 10 ribu orang.

Sejumlah massa juga mencoba memasuki kantor DPRD Papua, namun diadang aparat keamanan dengan tembakan gas air mata dan tembakan peringatan. Akibatnya massa berlarian ke sejumlah arah sambil melempar batu ke arah kantor dan pertokoan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi.

Selain itu, pertokoan di sepanjang depan Pelabuhan Jayapura dan Kantor Telkomsel Grapari Jayapura juga ikut dibakar. Kaca-kaca depan Mall Jayapura juga pecah dilempari batu.

Kejadian ini menyebabkan aktivitas pemerintahan, perekonomian, dan layanan publik lainnya lumpuh total. Pemerintah pun memblokir layanan telekomunikasi dan memutus aliran listrik.

Diketahui aksi unjuk rasa di Jayapura dimulai sejak pukul 09.00 WIT. Massa berasal dari sejumlah titik di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.

Setelah membuat lumpuh Abepura, ribuan massa bergerak ke Jayapura pada pukul 16.00 WIT. Massa berjalan sambil merusak sejumlah pusat perbelanjaan di sepanjang Jalan Raya Abepura.

Mereka memprotes aksi kekerasan dan ujaran rasis atas mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, serta menuntut pembukaan jaringan internet yang terputus sejak tanggal 19 Agustus 2019.

Sementara itu, Kepala Subag Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra, mengatakan sebanyak 700 personel TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan unjuk rasa. Namun, aksi warga tetap berakhir anarkis.

“Seluruh personel TNI dan Polri dalam posisi siaga. Kami masih berupaya menenangkan massa,” ungkap Jahja. (Imelda)., BUMIPAPUA.COM

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here