Geram Suster Ditelanjangi KKB, Nakes: Pejuang Kemerdekaan Apa? Itu Mah Teroris dan Rapist

622
Proses evakuasi jenazah Suster Gabriella Maelani (22), salah satu nakes korban kekejaman KKB berlangsung dramatis. Aparat ditembaki KKB. (Foto: dok. TNI AD) Jakarta - Aparat gabungan

Seorang tenaga kesehatan, yang juga vaksinator Covid-19 di Istana Presiden, bereaksi atas kabar kekejian kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Nakes tersebut, dr. Andi Khomeini Takdir menyayangkan, masih ada yang membela KKB Papua atas nama HAM, dan perjuangan kemerdekaan provinsi paling timur Indonesia itu.

Pria yang menjabat Chairman Junior Doctors Network (JDN) Indonesia  tersebut, menyatakan kelompok itu sewajarnya disebut teroris dan pemerkosa.

“Pejuang kemerdekaan apa? Koq bisa-bisanya suster ditelanjangi dst? Gila. Itu mah teroris + rapist.” tutur dr. Koko, demikian ia disapa, dikutip Pikiran-rakyat.com dari Twitter @dr_koko28, 18 September 2021.

Dokter Koko, menuturkan ia beberapa kali berkunjung ke berbagai tempat di Papua dan Papua Barat.

Menurut dia, kunjungan itu sebenarnya dilarang karena situasi yang kian tidak menentu di Papua.

Namun, ia dan para tenaga kesehatan tetap nekat, hingga harus bekerja ekstra menghadapi kelompok yang ditakuti.

“Sering ditemani bergantian oleh TNI, Polri, teman2 nakes, dan warga setempat. Periode 2014-2015 dan 2 pekan lebih di 2020,” kata dr. Andi Khomeini Takdir.

“Dilarang tapi nekad. Walhasil kawan2 itu kerja ekstra menghalau para penebar teror,” tutur dr. Andi Khomeini Takdir lagi.

Dokter Koko pun menyatakan kegeraman, karena umumnya pendukung kemerdekaan di Papua, mengatasnamakan HAM.

“Fafifu wasweswos soal HAM tapi mendukung para perusak sekolah, puskesmas, pelaku kejahatan seksual kepada wanita, wanita itu tenaga kesehatan dan tenaga kesehatannya pun datang dari Sulawesi Utara pula,” katanya.

Sementara para nakes yang diserang itu, katanya, merupakan orang-orang baik dari Sulawesi, yang berupaya memenuhi HAM di Papua. “The real one,” katanya merujuk kepada penegak HAM yang sesungguhnya.

Sebelumnya diberitakan, suster di Puskesmas Kiwirok, Gabriela Meilan (22), diserang KKB, saat bersama sejumlah perawat lain.

Kejadian mengenaskan berlangsung di Kabupaten Pegunungan Bintang, berujung dengan pembakaran.

“Mereka mulai menelanjangi suster dengan tidak membuka pakaiannya secara sopan, tetapi mereka menelanjanginya dengan barang tajam atau parang, langsung dipotong saja pakaian mereka. Mulai dibuka dari baju sampai celana dalam semuanya,” tutur seorang mantri, di Puskesmas Kiwirok, Marselinus Ola Atanila, yang lalu menangis.

 

Setelah menelanjangi ketiga perawat, anggota KKB pun melakukan tindak kekerasan secara membabi-buta.

Mendapat perlakuan keji tersebut, para suster pun semakin lemah dan tidak berdaya, hingga akhirnya pingsan.

Dalam keadaan pingsan, mereka dipikir bahwa mereka sudah meninggal sehingga terpaksa mereka didorong lagi ke dalam jurang yang lebih dalam. Kedalaman jurangnya itu sekitar 300-400 meter.

Meski dalam keadaan sadar, Gabriela Meilan tidak berdaya karena posisinya tersangkut di pohon, dan menjadi sasaran kekejian KKB.***

Tangkapan layar cuitan dr. Koko soal teroris di Papua.
Tangkapan layar cuitan dr. Koko soal teroris di Papua.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here