Geram libur 1 Muharam diundur, PA 212: Menag lagi-lagi bikin ulah!

439
Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin.

Bukan PA 212 namanya jika tak merespons fenomena yang sedang ramai di tengah masyarakat. Bahkan, keputusan pemerintah melalui Menteri Agama (Menag) yang mengundur hari libur 1 Muharam dari 10 ke 11 Agustus 2021 langsung mereka tanggapi dengan ketus.

Diketahui, sebelumnya pemerintah resmi mengundur libur nasional 1 Muharam untuk mencegah terjadinya ledakan kasus baru di tengah pemberlakuan PPKM di sejumlah daerah.

Sebab, jika libur tetap diadakan di tanggal 10 Agustus yang jatuh di hari Selasa, maka dikhawatirkan masyarakat pekerja mengambil cuti di hari Senin (libur panjang) dan memutuskan berwisata ke luar wilayah.

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Foto: Antara.
Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin. Foto: Antara.

Meski tujuannya baik, namun keputusan tersebut bukannya tanpa kritikan. Bahkan, Wasekjen DPP PA 212, Novel Bamukmin merisak kebijakan tersebut dan menuding Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut telah membuat ulah yang memantik kegaduhan di tengah masyarakat.

“Lagi-lagi Menag bikin ulah dan bikin gaduh seperti kalau bukan bikin gaduh, bukan Yaqut lah namanya,” ujar Novel Bamukmin, dikutip dari Radartegal, Selasa 10 Agustus 2021.

PA 212 geram terhadap keputusan Menag

Lebih jauh, Novel beranggapan, kemampuan Gus Yaqut dalam memahami agama terbilang minim. Itulah mengapa, kata dia, Kementerian Agama di bawah komandonya terlihat semakin kehilangan arah.

Bagi Novel Bamukmin, hari besar Islam merupakan momen yang sedemikian pentingnya. Maka, dia mengaku tak terima dengan keputusan pemerintah yang dirasa telah mengobok-obok perayaan sakral tersebut.

“Beginilah kalau punya Menag yang punya keterbelakangan pemahaman agama, hari libur Islam diobok-obok,” tegasnya.

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Kemenag
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Foto: Kemenag

Sebenarnya, keputusan pemerintah mengundur hari libur 1 Muharam tersebut telah disepakati banyak pihak di kementerian.

Bahkan, aturan itu telah tertuang di Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birkorasi Nomor 712, 1, dan 3 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Tujuannya, seperti yang telah disinggung di awal, untuk meminimalisir terjadi ledakan kasus pandemi di Indonesia. Namun demikian, Novel tetap saja tak melihat korelasi keduanya.

“Juga dengan alasan pencegahan kerumunan Covid-19, padahal tidak ada korelasinya,” kata Novel.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here