Geram ke Jokowi Soal Papua, Fahri: Kuping Bapak Seperti Disumbat Tisu Basah

832

Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di tengah kekisruhan terkait Papua membuat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah geregetan.

Fahri Hamzah merasa, Jokowi tak banyak bertindak setelah runtutan demo mahasiswa Papua digelar di berbagai tempat.

Melalui Twitter, ia mendesak Jokowi supaya menyampaikan tanggapan untuk menangani masalah tersebut.

“Bapak presiden, Bicaralah… Sampaikan sebuah rencana… Bertindaklah… Lakukan sesuatu yang menenangkan jiwa Papua…” tulis @Fahrihamzah, Kamis (29/8/2019).

Tak hanya itu, amarah Fahri Hamzah juga ikut tertuang dalam cuitannya. Ia menyebut kuping Jokowi tersumbat, sehingga tak mendengar kabar tentang Papua.

Cuitan Fahri Hamzah – (Twitter/@Fahrihamzah)Cuitan Fahri Hamzah - (Twitter/@Fahrihamzah)
Cuitan Fahri Hamzah – (Twitter/@Fahrihamzah)
“Papua bergolak Pak… Apakah Bapak belum mendengarnya? Berarti benar… Di sekitar Bapak ada tembok raksasa… Kuping Bapak seperti disumbat tisu basah…” lanjutnya.

Sebelumnya, desakan dan sindiran serupa juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade .

Ia meminta Jokowi serius menangani masalah terkait Papua, tidak hanya sibuk mengurus pemindahan ibu kota, yang saat ini juga santer diperbincangkan.

“Pak @jokowi. Kami rakyat Indonesia sudah menyaksikan Bendera Bintang Kejora dikibarkan di depan Istana dan juga depan Mabes AD. Bahkan kita juga menyaksikan tuntutan permintaan Referendum. Saya ingatkan Pak @jokowi tolong fokus mengenai Papua. Jangan hanya sibuk urus Ibu Kota baru,” kicau @andre_rosiade.

Cuitan Andre Rosiade – (Twitter/@andre_rosiade)Cuitan Andre Rosiade - (Twitter/@andre_rosiade)
Cuitan Andre Rosiade – (Twitter/@andre_rosiade)
Di tengah aksi unjuk rasa, Rabu (28/8/2019), mahasiswa Papua mengibarkan Bendera Bintang Kejora di Markas Besar TNI dan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu.

Berdasarkan pengamatan SUARA.com, aksi ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu berlangsung sejak pukul 12.00 WIB.
Mereka berbaris rapi menutup tiga lajur jalan Medan Merdeka Utara; kemacetan pun tak terhindarkan.

Satu per satu peserta aksi demo memberikan orasi menggelorakan Papua agar mendapat hak menentukan nasib sendiri alias self-determination rights.

Setelah menyampaikan pendapat, mereka membuka baju untuk menunjukkan simbol perlawanan dan mengibarkan tiga bendera bintang kejora di depan Mabes TNI dan Istana Negara. suara

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

− 3 = 7