Geger Sumbangan Palsu Rp 2 Triliun Akidi Tio Hebohkan Masyarakat, Aktivis Ini Sebut ‘The Best Prank’

415

Terkait sumbangan Rp 2 Triliun dari Akidi Tio yang disampaikan anak bungsunya, Heriyanti ternyata cuma palsu, publik pun dibuat geger.

Dimana sosok Heriyanti sendiri saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus sumbangan palsu Rp 2 Triliun Akidi Tio.

Dari penelusuran Tribunsumsel.com, mengenai sumbangan palsu Rp 2 Triliun Akidi Tio ini masih menjadi trending di  twitter.

Tagar prank pun diisi oleh kabar tentang sumbangan palsu oleh Heriyanti putri bungsu Akidi Tio untuk Sumsel tersebut.

Salah satunya berdasarkan cuitan dari Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Adamsyah Wahab atau Don Adam di twitternya, Senin (2/8/2021).

Dalam cuitannya itu, Don Adam menganggap bahwa apa yang dilakukan Heriyanti merupakan prank terbaik di tengah pandemi saat ini.

“The best prank,” katanya sembari mengunggah salah satu artikel yang diterbitkan Tribunsumsel.com.

Cuitan aktivis Don Adam terkait kasus sumbangan palsu Rp 2 Triliun Akidi Tio
Cuitan aktivis Don Adam terkait kasus sumbangan palsu Rp 2 Triliun Akidi Tio (Twitter/donadam68)

Dari pemberitaan sebelumnya, Heriyanti anak bungsu Akidi Tio resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan sumbangan fiktif senilai 2 triliun.

Dimana hal itu terungkap dari kejanggalan pihak keluarga Akidi Tio ketika hari dana sumbangan itu cair yang dijanjikan pada Senin (2/8/2021).

Heriyanti pun digiring pihak kepolisian sebagai tersangka dalam kasus penipuan donasi fiktif Rp 2 Triliun ini.

Ketika datang ke Mapolda Sumsel, penampilan Heriyanti yang dijadikan sebagai tersangka tampak tetap modis.

Dimana ia memakai atasan berupa kemeja batik bermotif dengan campuran warna donker dan cream.

Dipadukan dengan celana panjang berwarna hitam.

Yang tak kalah menarik, Heriyanti tampak melengkapi penampilannya dengan sebuah tas hitam yang ia tenteng dalam kesempatan itu.

Heriyanti anak Akidi Tio tiba di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021), pukul 12.59 WIB. Ia ditetapkan tersangka kasus sumbangan Rp 2 triliun.
Heriyanti anak Akidi Tio tiba di Mapolda Sumsel, Senin (2/8/2021), pukul 12.59 WIB. Ia ditetapkan tersangka kasus sumbangan Rp 2 triliun. (Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini)

Dari penelusuran Tribunsumsel.com, Heriyanti tersangka kasus donasi fiktif 2 Triliun Akidi Tio memakai tas dari Banananina.

Dilansir dari web resmi Banananina, tas yang ditenteng Heriyanti merupakan Crossgrain Patent Leather Charlie Carryall Satchel Black.

Harga untuk Crossgrain Patent Leather Charlie Carryall Satchel Black dipatok IDR 4.750.000.
Diberitakan sebelumnya, nama Heriyanti dalam beberapa hari ini menjadi perbincangan masyarakat.

Anak bungsu Akidi Tio (alm) ini membuat heboh masyarakat setelah mengumumkan akan memberi sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumsel.

Seremoni pemberian bantuan diserahkan langsung kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Senin (26/7/2021).

Turut hadir pada acara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru.

Satu pekan berlalu, uang bantuan itu tak kunjung diberikan. Heriyanti akhirnya ditetapkan tersangka, Senin (2/8/2021).

Heriyati dijemput langsung Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro dari kediamannya pada pukul 07.00 pagi tadi.

Heriyanti tiba di Mapolda Sumsel pukul 12.59 WIB dan langsung digiring masuk ke ruang Dir Ditkrimum Polda Sumsel dengan pengawalan sejumlah petugas.

Menggunakan batik biru dengan celana panjang hitam, Heriyanti berusaha menghindari awak media dengan terus berjalan cepat seraya menutupi wajahnya menggunakan tangan.

Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya.

Sementara itu Dir Ditreskrimum Polda Sumsel, Hisar Siallagan saat dikonfirmasi enggan memberikan komentar terkait penjemputan Heriyanti.

Termasuk status Heriyanti saat ini belum juga ada keterangan terkait hal tersebut.

“Nanti saja ya,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Heriyanti masih berada di Mapolda Sumsel.

Nama mendiang Akidi Tio saat ini menjadi perbincangan hangat di seluruh Indonesia setelah keluarganya menyumbangkan dana sebesar Rp.2 Triliun untuk masyarakat terdampak covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel).

Rupanya tak hanya masyarakat luas, ketua RT di tempat tinggal anak bungsu mendiang almarhum Akidi Tio juga tidak mengetahui bila salah satu warganya berjanji memberikan sumbangan dengan nilai fantastis untuk menghadapi masa pandemi ini.

Fakta tersebut diperoleh setelah Tribunsumsel.com melakukan penelusuran terkait keberadaan anak bungsu mendiang Akidi Tio yang dikabarkan tinggal di Kota Palembang.

Didapat hasil bahwa Heriyanti, anak bungsu mendiang Akidi Tio memang tinggal di Kota pempek tepatnya di salah satu kawasan kecamatan Ilir Timur I.

“Mereka suami istri tinggal disini. Orangnya baik, sering ketemu juga. Apalagi pak Rudi, suaminya itu baik, ramah orangnya,” ujar H Fauzi, ketua RT setempat saat ditemui tribunsumsel.com di kediamannya, Rabu (28/7/2021).

H Fauzi sendiri tidak mengenal mendiang Akidi Tio.

“Saya tidak kenal Akidi Tio itu. Tapi kalau memang benar pak Rudi adalah mantunya, ya saya kurang paham. Hanya saja memang Pak Rudi dan istrinya adalah warga sini,” jelasnya.

Diketahui, anak bungsu mendiang Akidi Tio tinggal di sebuah rumah permanen dua tingkat bercat coklat yang dibatasi oleh pagar tinggi berwarna hitam.

Meski dibangun lengkap dengan taman minimalis di bagian depan, namun nyatanya rumah tersebut tidak begitu mencolok bila dibandingkan dengan rumah-rumah bertingkat yang ada di sekitarnya.

Ada pula anjing penjaga yang berjaga persis di teras rumah.

Penyerahan bantuan 2 Triliun kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM oleh putri bungsu alm Akidi Tio Heriyanti
Penyerahan bantuan Rp 2 Triliun kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM oleh putri bungsu alm Akidi Tio Heriyanti, Senin (26/7/2021).

Menolak Jelaskan Sumbangan Rp 2 Triliun

Tribunsumsel pada tengah pekan tadi, menjumpai Rudi Sutadi bersama istrinya Heriyati dan seorang remaja pria diduga anaknya baru pulang ke rumah dengan menggunakan taksi online sekitar pukul 13.42 WIB.

Lengkap dengan menggunakan masker, tak ada kesan mewah dari penampilan serta pakaian yang dikenakan keluarga ini.

Setelah turun dari mobil, mereka langsung bergegas masuk ke dalam rumah dan tak lupa mengunci pagar yang dilakukan sendiri tanpa bantuan penjaga rumah.

Sembari itu, Rudi Sutadi sempat memberi tanggapan kepada awak media yang memang sudah menunggu kedatangannya.

“Tadi kan sudah dijelaskan dari telepon. Intinya kami percayakan semuanya kepada pihak yang akan menjalankan amanah itu,” ujarnya seraya mengunci pagar namun tetap menebar senyum kepada awak media.

Pernyataan serupa juga dilontarkan Heriyanti.

“Sudah-sudah tanyakan saja sama dokter Hardi. Sudah dititipkan sama beliau semuanya,” kata Heriyanti seraya berjalan masuk ke dalam rumah.

Nama Akidi Tio jadi sorotan setelah ia dan keluarga besarnya sumbangkan Rp2 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

Bersumber dari Polda Sumsel, foto penyerahan bantuan secara simbolis di Mapolda Sumsel diterima langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri yang juga disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru.

Prof dr Hardi Darmawan dokte keluarga Akidi Tio mengatakan,  Akidi Tio adalah seorang pengusaha asal Aceh tapi tinggalnya di Palembang.

“Jadi memang sebagian hidupnya di Palembang. Dulu ia tinggal di Jalan Veteran. Tapi sekarang keluargnya uda pada di Jakarta,” katanya.

Menurut Prof Hardi, anak-anak dari Akidi Tio sukses di Jakarta, sehingga banyak yang di sana. Memang ada anaknya yang masih di Aceh, anak pertamanya tapi sudah meninggal.

“Di Palembang Akidi Tio sebagai kontraktor, ada bikin bangunan dan lain-lain. Jadi karena memang dia sudah lama di Palembang, maka kampung halamannya dia angap di Palembang,” katanya.

Masih kata Prof Hardi, untuk itulah Akidi Tio mengingatkan kepada anak-anaknya untuk menyumbang di Palembang ini. Jadi sumbangan ini untuk di Palembang dan Sumsel

“Walaupun bukan kelahiran Palembang, karena sudah lama di Palembang dia sudah menganggap kampung halamannya di Palembang. Sebab cari duitnya juga di Palembang,” katanya.

Punya Utang

dr Siti Mirza Nuriah SpOG yang merupakan orang dekat dari Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio sempat mengungkapkan, uang sumbangan ini akan Cair senin ini.

“Senin cair. Tapi kan kita tidak tahu. Kan kita berencana, Tuhan yang menentukan. Tidak ada yang pasti di dunia ini. Tapi memang bisa saya katakan, Senin cair,” ujarnya saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Jumat (30/7/2021) malam.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan ini juga meminta kepada masyarakat untuk tidak menyimpulkan hal-hal buruk terkait niat baik keluarga mendiang Akidi Tio.

Ia berujar tidak akan memberikan banyak komentar sebelum dana tersebut benar-benar cair.

Sebab dia takut keluarga Akidi Tio akan semakin tersakiti dengan berbagai kabar yang beredar.

“Tolong, tolong, tolong, jangan menyebarkan hal yang tidak perlu. Kasihan orangnya. Jangan banyak cerita-cerita yang tidak karuan. Tunggu Senin saja. Padahal orang ingin berbuat baik, akhirnya dia malah jadi kesakitan,” tegasnya.

Dia juga menjawab perihal kabar yang menyebut bahwa Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio memiliki utang pada beberapa orang termasuk dirinya.

Menurutnya,  utang itu adalah perjuangan Heriyanti untuk bisa memberikan bantuan kepada masyarakat khususnya di Sumsel.

“Oh iya tidak apa-apa (soal utang), itu usaha dia untuk mendapatkan. Utang dia di mana-mana. Memperjuangkan itu bukan gampang, 5 tahun jungkir balik. Bayar lawyer mahal, bayar notaris mahal. Mengerjakannya itu setengah mati, tidak gampang,” ujarnya dengan suara tegas.

Sumber Berita / Artikel Asli : tribunnews.

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here