Gegara Tuntut Vaksin Sinovac Asal China Diganti Pfizer, Unjuk Rasa di Thailand Rusuh

558
Ilustrasi unjuk rasa di Thailand. (Reuters)

Gegara tuntut vaksin sinovac asal China diganti pfizer, unjuk rasa di Thailand rusuh. Menyoal efikasi atau keampuhan vaksin Sinovac yang diragukan, warga Thailand melalukan unjuk rasa menuntut pemerintah mengganti vaksin asal China itu dengan vaksin lain seperti Pfizer dan Moderna.

Unjuk rasa sendiri berlangsung ricuh sehingga polisi terpaksa menembakkan gas air mata dan peluru karet pada Sabtu 7 Agustus 2021 kepada ratusan massa di Bangkok.

Mereka menuntut reformasi politik dan menyerukan perubahan program vaksinasi virus corona di negara itu. Demonstran menentang pembatasan pertemuan publik yang diberlakukan saat Thailand memerangi virus Covid-19. Para demonstran juga mendesak Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha untuk mundur.

Pemerintah Thailand mendapat kecaman keras lantaran peluncuran program vaksinasi virus corona yang lamban. Pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah menggunakan suntikan mRNA seperti Pfizer dan Moderna ketimbang Sinovac.

Sekitar 500 pengunjuk rasa kalah jumlah dengan polisi yang mengerahkan banyak petugas untuk menangani aksi tersebut.

“Saya khawatir dengan situasinya, tetapi kami harus terus berjuang meskipun ada wabah Covid-19 yang parah,” terang seorang pengunjuk rasa, Nat (27), seperti dilansir tempo.co, Minggu 8 Agustus 2021.

Para pengunjuk rasa berbaris menuju Gedung Pemerintah, kantor Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha. Polisi menutup jalan dekat Monumen Kemenangan di Ibu Kota Bangkok menggunakan kontainer dan menembakkan gas air mata serta peluru karet untuk mendorong pengunjuk rasa mundur.

Protes di jalanan terhadap pemerintah, telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dari sejumlah kubu, termasuk mantan sekutu politik Prayuth.

Aksi diklaim pecah lantaran meningkatnya wabah virus corona dan melemahnya perekonomian Negeri Gajah Putih itu akibat pandemi.

Thailand melaporkan, pada Sabtu 7 Agustus 2021, sebanyak 22 ribu infeksi Covid-19 baru dalam satu hari dan 212 kematian yang merupakan angka tertinggi.

Total kasus Covid-19 di Thailand mencapai 736.522 kasus dan 6.066 kematian akibat virus corona sejak pandemi dimulai 2020 lalu.

Sumber Berita / Artikel Asli : Terkini

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

89 + = 94