Ganti Lirik Lagu ‘Lihat Kebunku’ Gus Miftah Sentil Maraknya Baliho: Politisinya Happy Rakyatnya Makin Susah

819
Gus Miftah. /instagram.com/gusmiftah/
 Maraknya balihobaliho para politisi di berbagai kota besar di Indonesia mendapat kritikan dari banyak pihak.Banyak pihak yang menilai pemasangan balihobaliho para politisi itu sangat tidak tepat waktunya, lantaran kondisi Indonesia saat ini masih terpuruk akibat pandemi yang tak kunjung selesai.

Diantara orang-orang yang mengecam dan mengkritik balihobaliho milik para tokoh politik itu, terdapat nama pendakwah kondang yakni Gus Miftah.

Melalui akun Instagram pribadinya, Gus Miftah mengunggah sebuah video dirinya yang tampak menyanyikan lagu anak-anak yang berjudul ‘Lihat Kebunku‘.

Namun Gus Miftah merubah lirik lagu tersebut, dengan lirik yang menandakan kekecewaan terhadap para politisi yang melakukan pemasangan balihobaliho.

“Lihat kotaku penuh dengan baliho. Ada yang kecil dan ada yang besar. Setiap hari balihonya bertambah. Politisinya happy-happy rakyatnya makin susah,” demikian lirik lagu yang dinyanyikan Gus Miftah, dikutip Galamedia, Rabu 11 Agustus 2021.

Selain itu Gus Miftah juga tampak memberikan keterangan berupa kritikan pada unggahan video di akun Instagram miliknya itu.

Gus Miftah menuliskan hastag-hastag kritikan terhadap pemasangan balihobaliho politisi itu, seperti hastag #balihonggakpenting #rakyatbutuhmakan #pokokeembuh.

“#balihonggakpenting #rakyatbutuhmakan #pokokeembuh,” tulis Gus Miftah.

Unggahan video Gus Miftah tersebut pun kemudian langsung viral dan hingga kini sudah ditonton sampai lebih 400 ribu kali.

Seperti diketahui, sejumlah politisi ternama baru-baru ini melakukan pemasangan balihobaliho di berbagai kota-kota besar di Indonesia.

Sejumlah politisi yang kedapatan melakukan pemasangan balihobaliho itu antara lain Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Para politisi itu melakukan aksi kampanye sejak dini guna menarik simpati rakyat untuk memilih mereka pada pilpres 2024 mendatang.

Namun pada kenyataannya para politisi itu dinilai masyarakat sangat tidak mementingkan rakyatnya, karena memilih berkampanye di tengah pandemi.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here