Foto Polisi Berkuda Giring Warga Kulit Hitam Dengan Seutas Tali, Bikin Geger Warga

414

Departemen kepolisian di Texas segera mengubah kebijakannya awal pekan ini setelah sejumlah foto menyebar di sosial media.

Foto-foto itu menunjukkan dua orang perwira polisi bekulit putih menunggangi kuda sambil menarik seutas tali yang terikat pada seorang pria berkulit hitam yang berjalan kaki dalam keadaan tangan terborgol.

Politisi Demokrat yang mencalonkan diri untuk Kongres pada tahun 2020, Adrienne Bell, mengunggah foto-foto tersebut ke Twitter.

“Sulit untuk memahami mengapa para perwira ini merasa pemuda ini membutuhkan tali, karena dia diborgol dan berjalan di antara dua petugas yang bertugas,” kata Bell dalam sebuah pernyataan.

“Ini adalah adegan yang mengundang kemarahan, jijik, dan pertanyaan dari komunitas,” sambungnya.

Sementara itu, Departemen Kepolisian Galveston, menjelaskan foto yang beresar bahwa para petugas polisi yang diidentifikasi sebagai P. Brosch dan A. Smith diketahui baru saja menangkap Donald Neely karena pelanggaran pidana akhir pekan kemarin.

“Satu unit transportasi tidak segera tersedia, jadi Neely diborgol dan sebuah tali diikatkan ke borgol,” sambungnya. petugas itu memegang ujung lainnya dari barisan, memimpin Neely.

Metode memborgol seseorang dan mengawal mereka di antara dua petugas yang dipasang biasanya digunakan dalam situasi yang tidak menentu, seperti pengendalian kerumunan.

“Praktek ini tidak digunakan dengan benar dalam hal ini,” kata pernyataan polisi Texas.

“Saya percaya petugas kami menunjukkan penilaian yang buruk dalam kasus ini dan bisa menunggu unit transportasi di lokasi penangkapan,” kata Kepala Departemen Kepolisian Galveston Vernon L. Hale.

“Saya harus minta maaf kepada Tuan Neely atas rasa malu yang tidak perlu ini,” tambahnya.

“Petugas saya tidak memiliki niat jahat pada saat penangkapan,” kata Hale.

“Tapi kami segera mengubah kebijakan untuk mencegah penggunaan teknik ini dan akan meninjau semua pelatihan dan prosedur yang dipasang untuk metode yang lebih tepat,” sambungnya. rmol

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

43 + = 44