Ferdinand Hutahaean Tak Dijerat Pasal Penistaan Agama, Ini Ancaman Hukuman yang Diterima

409
Ferdinand Hutahaean

Ferdinand Hutahaean ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor di Bareskrim Polri pada Senin, 10 Januari 2022.

Mantan politikus Partai Demokrat itu dilaporkan oleh Ketua DPP KNPI, Haris Pertama karena cuitan Ferdinand yang menyebut ‘Allahmu ternyata lemah’ di akun Twitter @FerdinandHaean3.

Pihak kepolisian langsung menahan Ferdinand Hutahaean di rumah tahanan (rutan) Bareskrim Polri, setelah ditetapkan sebagai tersangka tadi malam.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan pihaknya menetapkan Ferdinand sebagai tersangka karena telah mengantongi dua alat bukti.

“Setelah dilakukan gelar perkara, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber telah mendapatkan dua alat bukti sesuai dengan Pasal 184 KUHP,” ujar Ramadhan dikutip SeputarTangsel.Com dari PMJ News pada Selasa, 11 Januari 2022.

“Sehingga menaikan status saudara FH dari saksi menjadi tersangka,” lanjutnya.

Meski ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ujaran kebencian yang mengandung SARA, Ferdinand Hutahaean ternyata tidak dijerat dengan pasal penistaan agama.

Mantan politisi Partai Demokrat itu dijerat dua pasal, yaitu Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ancamannya 10 tahun penjara,” kata Ramadhan.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ferdinand harus melanjutkan pemeriksaan kembali guna mendapatkan putusan resmi dari pengadilan.

Sebelumnya, pihak kepolisan juga telah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kepada 10 orang saksi yang lima di antaranya merupakan saksi ahli.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here