Ferdinand Hutahaean Disebut Mualaf, KH. Cholil Nafis Jelaskan Ijtima’ Ulama MUI Terkait Penodaan Agama

355
Ketua MUI KH Cholil Nafis

Mantan politikus Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean akan dipanggil Kepolisian pada Senin 10 Januari 2021. Hal tersebut terkait dengan cuitannya yang menyebut ‘Allahmu lemah’ di media sosial yang diduga bernuansa SARA.

Setelah dikecam oleh banyak pihak, Ferdinand Hutahaean mengakui dirinya mualaf sejak 2017.

Menurut Ketua MUI Pusat, KH. Cholil Nafis, kasus Ferdinand Hutahaean termasuk penodaan agama jika dilihat dari Ijtima Ulama.

“Sebenarnya kita tidak perlu menanyakan agamanya apa. mualaf atau tidak,” ujar KH. Cholil Nafis sebagaimana dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @cholilnafis, Sabtu 8 Januari 2021.

“Selama membandingkan Allahnya dengan Allah lain seraya merendahkan yang disembah orang lain menurut keputusan ijtima’ ulama MUI 2021 adalah penodaan agama,” sambung KH. Cholil Nafis.

Untuk menegaskan, KH Cholil Nafis yang juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama, menampilkan keputusan atau Ijtima’ Ulama MUI yang dimaksudkan. Keputusan tersebut berdasarkan Quran surat Al Anam ayat 108.

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدْوًاۢ بِغَيْرِ عِلْمٍۗ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمْۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

Netizen sebagian besar menyambut baik penjelasan KH. Cholil Nafis. Mereka berharap, pernyataan yang dilengkapi bukti keputusan ulama MUI dipahami oleh orang-orang yang membela Ferdinand Hutahaean.

“Semoga para Nahdiyin yang jadi tokoh kepengurusan NU di wilayah membaca cuitan Yai, sehingga mereka berhenti mencari dalih pembenaran untuk membela seorang yang sudah jelas-jelas menista Tuhannya umat Islam. Sudah saatnya NU ada di garda ke terdepan Anshorullah,” kata @KangSemproel.

“Setuju. Semoga tidak ada lagi buzzer yang terus menyenggol agama. Sudah bosan kita, kualitas demokrasi Indonesia selalu serang nilai-nilai Islam,” ucap @conan_idn. ***

Sumberr Berita / Artikel Asli : Pikiran Rakyat

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here