Ferdinand ditahan: Tidak percuma lapor polisi, keadilan tegak kembali

302
Ferdinand Hutahaean

Bareskrim Polri menaikkan status Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka dan menahan yang bersangkutan di Rutan Mabes Polri Senin malam 10 Januari 2022. Ferdinand berurusan dengan polisi buntut cuitan Allahmu lemah.

Pelapor Ferdinand Hutahaean, Haris Pertama senang dengan langkah penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menahan Ferdinand. Haris dalam cuitannya menuliskan dukungan dan semangat kepada polisi.

“Hidup POLRI!!! Keadilan dan kebenaran sudah mulai tegak kembali @TidakPercumaLaporPolisi,” kicau Harus di akun media sosialnya dikutip Selasa 11 Januari 2022.

Tolak ditahan dan diperika sebagai tersangka

Ferdinand diperiksa belasan jam oleh penyidik sebelum diumumkan menjadi tersangka dan ditahan. Direktur Eksekutif Indonesia Police Monitoring itu datang memenuhi panggilan penyidik kemarin pagi pukul 10.00 WIB, dan pengumuman tersangka dan ditahan disampaikan Senin tengah malam.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengungkapkan saat awal diperiksa, Ferdinand menolak diperiksa sebagai tersangka.

Ferdinand berdalih dia dalam kondisi kurang sehar sehingga menolak untuk diperiksa.

Ferdinand Hutahaean dan Haris Pertama (Ist)

 

Namun, Brigjen Ramadhan mengatakan, penyidik tak percaya begitu saja dengan dalih Ferdinand. Penyidik Barekskrim Polri lantas menurunkan tim dokter untuk cek kesehatan Ferdinand.

Hasil pemeriksaan, Ferdinand dinyatakan layak untuk diperiksa dan ditahan.

Kasus ujaran kebencian

Ferdinand Hutahaean menjalani pemeriksaan polisi pada Seni kemarin dalam perkara ujaran kebencian berdasarkan SARA. Ferdinand datang dengan status sebaga saksi.

Ferdinand Hutahaean (Instagram @ferdinand_hutahaean)

Penyidik Direktorat Siber Bareskrim telah memeriksa total 10 saksi terdiri dari 5 saksi dan 5 saksi ahli. Adapun saksi ahli yang telah diperiksa adalah saksi bahasa, saksi sosiolog, saksi ahli pidana, saksi ahli agama, dan saksi ahli ITE.

Dalam perkara ini Ferdinand Hutahaean dikenakan penyidik dengan pasal 28 ayat 2 junto pasal 45A yat 2 UU ITE terkait menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan rasa permusuhan individu atau kelompok berdasarkan SARA.

Selain itu penyidik juga menjerat Ferdinand dengan pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 1 1946 tentang PeraturanHukum Pidana, terkait dengan menyebarkan berita atau pemberitaan bohong yang dapat menimbulkan keonaran di masyarakat.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here