Ferdinand Alami Gangguan Pikiran, Roy Suryo Tawari Rawat Gratis di RS Jiwa

432
Roy Suryo

Jakarta – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dengan membawa riwayat kesehatannya. Ia ingin menyampaikan bukti punya penyakit yang memengaruhi hati dan pikirannya.

“Inilah penyebabnya bahwa saya kemarin menderita sebuah penyakit hingga timbul percakapan pikiran dengan hati, jadi saya bawa riwayat kesehatan saya yang memang mengkhawatirkan,” kata Ferdinand, saat tiba di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/1).

Menanggapi pernyataan mantan koleganya di Partai Demokrat itu, Roy Suryo menawari perawatan gratis di Rumah Sakit Khusus Puri Nirmala. Kebetulan Roy adalah ketua yayasan rumah sakit spesialis jiwa di Yogyakarta tersebut.

“Gratis saudara FH untuk diperiksa lebih netral dan dirawat di RSK Puri Nirmala Jogja,” katanya, siang ini.

Pakar telematika itu serius dengan tawarannya. “Kalau memang sakit ya dirawat sampai sembuh, agar tidak membuat gaduh masyarakat. Tetapi kalau sehat ya jalani proses hukum yang berlaku,” ia menambahkan.

Ferdinand kepada wartawan mengatakan, meskipun mengalami gangguan hati dan pikiran, saat mencuit ‘Allahmu lemah’ dalam keadaan sadar. Namun ada pengaruh dari penyakitnya itu.

“Kalau dibilang enggak sadar ya enggak juga. Tapi masalah pribadi saya, buat pikiran saya dan hati jadi perdebatan. Pikiran saya katakan udahlah saya itu akan mati kira-kira begitu,” Ferdinand menjelaskan.

Ia menegaskan cuitan yang ‘Allaku dan Allahmu’ ditujukan untuk diri sendiri. Tidak ada niat menyudutkan satupun kelompok.

“Saya jelaskan realitas sesungguhnya, jadi cuitan itu untuk diri saya sendiri. Jadi bukan serang pihak manapun tapi itu adalah percakapan antara hati dan diri saya. Mu dan Ku itu adalah pikiran dan hati saya jadi enggak untuk pihak lain,” katanya.

Sebagai informasi, lewat Twitter @FerdinandHaean3, Ferdinand mengunggah tulisan berkonten SARA yang diduga menyinggung pihak tertentu. Cuitan itu ia hapus setelah membuat geger.

Direktorat Siber Mabes Polri menaikkan status perkara ini ke tahap penyidikan. “Hasil gelar perkara memutuskan menaikkan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Kamis pekan lalu. (oca).)

Sumber Berita / Artikel Asli : Publica 

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here