Fakta Baru Patung Diorama Penumpasan G30S/PKI di Kostrad Dibongkar Video Addie MS

735

JAKARTA – Fakta baru penghilangan patung diorama penumpasan G30S/PKI di Markas Kostrad akhirnya terbongkar.

Itu sebagaimana dalam tayangan video yang diunggah di channel ADDIE M.S., Rabu (29/9/2021).

Melalui akun Twitter pribadinya, komposer kawakan itu menjelaskan maksud kedatangannya ke Markas Kostrad.

“Mendengar isu TNI “disusupi” terkait soal diorama, aku tabayyun ke Kepala Penerangan Kostrad Kolonel (Inf) Hariyantana yang jelaskan bahwa diorama dan lain-lain masih lengkap,” tulisnya sebagaimana dikutip PojokSatu.id, Kamis (30/9/2021).

“Hanya 3 patung yang dibongkar atas permintaan pembuatnya sendiri: mantan Pangkostrad tahun 2011-2012,” sambungnya.

Dalam tayangan video itu, Addie MS mengawalinya dengan menunjukkan foto-foto dan dokumentasi lain yang masih ada di Museum Dharma Bhakti Kostrad.

“Ternyata, foto tidak dihilangkan,” tutur Addie MS menunjuk foto Seoharto.

Video itu lantas dilanjutkan pertemuan dan perbincangan dengan Kepala Penerangan Kostrad Kolonel (Inf) Hariyantana.

Heryantana menceritakan, patung-patung diorama itu memang digagas Letjen AY Nasution saat menjabat sebagai Pangkostrad pada tahun 2011 hingga 2012.

 

“Memang pada saat tahun 2011 dan 2013 Bapak Jenderal Purn Azmyn Yusri Nasution beliau menjabat sebagai Pangkostrad,” terangnya.

Jenderal AY Nasution lantas memiliki ide dan gagasan untuk membuat patung.

“Yaitu patung Pak Soeharto, kemudian Kolonel Sarwo Edi dan Jenderal Abdul Haris Nasution,” sambung Heryantana.

Sementara, permintaan pembongkaran 3 patung tersebut juga disampaikan sendiri oleh Letjen AY Nasution kepada Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman.

Permintaan tersebut disampaikan AY Nasution kepada Dudung Abdurrachman melalui surat yang dikirimkan bulan lalu.

Video itu lantas dilanjutkan pertemuan dan perbincangan dengan Kepala Penerangan Kostrad Kolonel (Inf) Hariyantana.

Heryantana menceritakan, patung-patung diorama itu memang digagas Letjen AY Nasution saat menjabat sebagai Pangkostrad pada tahun 2011 hingga 2012.

 

“Memang pada saat tahun 2011 dan 2013 Bapak Jenderal Purn Azmyn Yusri Nasution beliau menjabat sebagai Pangkostrad,” terangnya.

Jenderal AY Nasution lantas memiliki ide dan gagasan untuk membuat patung.

“Yaitu patung Pak Soeharto, kemudian Kolonel Sarwo Edi dan Jenderal Abdul Haris Nasution,” sambung Heryantana.

Sementara, permintaan pembongkaran 3 patung tersebut juga disampaikan sendiri oleh Letjen AY Nasution kepada Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman.

Permintaan tersebut disampaikan AY Nasution kepada Dudung Abdurrachman melalui surat yang dikirimkan bulan lalu.

 

“Pada tahun 2021, tepatnya 30 Agustus, beliau (AY Nasution) bersilaruhami kepada Pangkostrad, meminta agar patung tersebut, yang beliau idekan, agar dibongkar,” bebernya.

Karena itu, pihaknya membantah tudingan yang menyebut Kostrad menghapus catatan sejarah bangsa Indonesia.

“Sehingga untuk Kostrad, tidak ada mempunyai ide menghilangkan sejarah,” tegasnya.

Selanjutnya, Addie MS dipandu memasuki sejumlah ruangan lainnya dimana seluruh diorama, masih ada di tempatnya.

“Jadi semua catatan dan foto peristiwa itu tidak ada yang dihilangkan sama sekali, ya?” tanya Addie MS.

“Tidak ada,” jawab Heryantana.

Addie MS juga menunjukkan bahwa diorama peristiwa di Lubang Buaya pun masih ada di tempatnya.

Sumber Berita / Artikel Asli : (ruh/pojoksatu)

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here