Faizal Sindir Lagi NU: Gemar Jualan Ayat dengan Proposal Recehan, Cuma Dihargai 1,8 T

757

Pengamat politik sekaligus kritikus, Faizal Assegaf kembali memberi pernyataan tajam kepada salah satu organisasi masyarkat (ormas) Islam besar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama alias NU. Kali ini, Faizal Assegaf menyebut NU sebagai ormas abal-abal.

Kata Faizal, NU kian terbukti sebagai ormas abal-abal usai pamer kebodohan kepada umat. Tak cuma itu, Faizal juga mengatakan bahwa NU merupakan ormas yang gemar jualan ayat dengan aneka proposal receh.

“Pamer kebodohan pd umat, kian terbukti sbg ‘ormas abal2’. Gemar jualan ayat dgn aneka proposal recehan. GOBLOK!” kata Faizal Assegaf melalui akun Twitter miliknya, dikutip Hops.ID pada Rabu 15 Desember 2021.

Lebih lanjut, Faizal Assegaf menyebut pemimpin NU kurang cerdas, karena hanya mendapatkan uang yang dinilainya tak seberapa.

“Klaim penjaga NKRI & ormas terbesar cuma dihargai 1,8 T, secuil dari nilai utang LN hampir 10 ribu T. Klu yg mimpin NU cerdas & amanah, tentu kebagian 10 T per thn,” pungkas Faizal Assegaf.

Cuitan Faizal itu sendiri dibuat untuk mengomentari pernyataan dari Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, yang mengklaim berhasil memajukan NU dari segi ekonomi.

“Pertama, baru kali ini sejak NU berdiri keuangan bisa diaudit eksternal. Selama ini belum pernah. Waktu saya baru masuk ada uang Rp500 juta, sekarang ada Rp1,8 triliun. Bisa dicek,” kata Said Aqil Siradj.

“Saya dorong semua lembaga jalan tanpa intervensi saya. Saya beri motivasi bekerja sesuai program yang mereka tanggung jawab,” imbuh dia.

Di segi pendidikan, Said Aqil menerangkan, NU punya 43 perguruan tinggi yang ada di bawah badan hukum NU, serta beasiswa dari NU yang terus berkembang setiap tahunnya.

Selain itu, Said Aqil membeberkan ada 8 rumah sakit di bawah pengelolaan NU selama masa jabatannya dan semakin banyak pula wakaf tanah yang diterima NU.

Dia mengatakan, masih banyak cita-cita lainnya yang ingin segera diwujudkan di dalam NU, termasuk membangun rumah sakit dan perguruan tinggi di tiap cabang NU, serta digitalisasi di lingkungan NU.

Sumber Berita / Artikel Asli : HOPS

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

33 − = 31