Faizal Assegaf Sentil Pernyataan Yaqut: Ini Perilaku Lebih Buruk dari Khawarij

358
Faizal Assegaf

Kritikus Faizal Assegaf merespon pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, yang mengklaim bahwa Kementerian Agama adalah hadian negara untuk Nahdatul Ulama (NU). Bukan untuk umat Islam.

Menurut Faizal Assegaf, dari segi tata krama, sebagai pejabat publik, pernyataan Menag Yaqut tersebut sangat tidak layak. Pernyataan itu menimbulkan ekspresi kesombongan yang sangat berlebihan.

“Tidak layak dia menjadi Menteri, apa-apaan ini, negara ini bukan milik nenek moyang kalian. Bukan milik kelompok asabiah yang kalian usung,” ujar Faizal Assegaf dikutip dari kanal YouTube-nya, Ahad (24/10/2021).

Faizal mengatakan, negara ini bukan hanya milik kelompok tertentu. Negera ini milik bersama. Ada berjuta rakyat yang bekerja secara tulus untuk membangun negara. Bukan hanya NU.

“Bukan kelompok keluarga kamu saja yang bertopeng organisasi, bertopeng ulama, bertopeng NU, untuk meraih kekuasaan dengan cara-cara culas, dan kemudian mengumumkan itu tanpa rasa malu ke depan publik,” ujar Faizal Assegaf.

Dia menilai, pernyataan Yaqut itu lebih buruk daripada perilaku kaum Khawarij.

“Ini lebih brengsek dari perilaku jahiliah khawarij. Sangat norak daripada Yazid dan Muawiyah yang berkuasa. Jadi jangan mengeluarkan pernyataan seperti itu untuk menunjukan kesombongan dan keangkuhan di negeri ini,” ujar Faizal Assegaf.

Lebih lanjut, Faizal menilai, pernyataan Menag Yaqut itu telah mewakili realitas selama ini. Bahwa ada orang-orang dalam tubuh NU yang memanfaatkan organisasi tersebut hanya untuk mendapat kekuasaan di pemerintah.

“Apa yang disampaikan saudara Yaqut, ini mewakili satu realita yang bukan sekedar kata-kata. Tetapi memang pengkultusan kepada Hasyim Asy’ari, pengkultusan kepada NU. Pemanfaatan terhadap wadah organisasi NU, memang tujuannya untuk mendapatkan kekuasaan dari kelompok lingkaran yang selama ini mengkultuskan Hasyim Asy’ari,” tuturnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengklaim kementerian yang dipimpinnya merupakan hadian negara NU. Bukan untuk umat Islam dan agama lainnya.

“Kementerian Agama itu hadiah negara untuk NU’, ‘bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU,” ujar Yaqut dalam webinar bertajuk Webminar Internasional Peringatan Hari Santri 2021 RMI-PBNU, dikutip Ahad (24/10/2021).

Dia menilai wajar jika sekarang orang-orang NU memanfaatkan banyak peluang di Kementerian Agama.

Yaqut berujar, dari sejarah Kementerian agama muncul karena ada pencoretan 7 kata dalam piagam Jakarta. Kemudian yang mengusulkan itu menjadi juru damai atas pencoretan itu dari pihak NU, kemudian lahir Kementerian Agama karena itu.

“Nah wajar sekarang kita minta Dirjen Pesantren, kemudian kita banyak mengafirmasi pesantren, dan santri juga, saya kira wajar wajar saja tidak ada yang salah,” katanya.

Sumber Berita / Artikel Asli : FIN

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

73 − = 63