Faizal Assegaf Sarankan Hidayat Nur Wahid Jadi Ketua Umum PBNU Selanjutnya: Sudah Saatnya dari Luar Jawa

452
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid

Aktivis Faizal Assegaf menerima banyak kritikan serta serangan usai menyarankan agar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selanjutnya tidak berasal dari tanah Jawa.

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @faizalassegaf, dia mengatakan saat ini banyak figur ulama luar Jawa yang memiliki potensi untuk memimpin organisasi tersebut.

Misalnya figur dari Aceh, Papua, Maluku, Makassar, atau Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Sudah saatnya Ketum PBNU dari luar Jawa, keluar dari ‘tempurung NU’ yang membosonkan! Misal figur dari Aceh, Papua, Maluku, Makasar atau NTB. Biar menyegarkan dan bukti bahwa kepemimpinan NU tidak berputar-putar atas klaim anak cucu kiyai dan pendiri NU yang berbasis di Jatim & Jateng,” tegasnya.

Dia menyampaikan, sebagai ormas Islam besar, tidak seharusnya PBNU bersifat jawasentris dalam hal kepemimpinan.

“Klu Ketum PBNU masih dari basis NU Jatim & Jateng, semakin menegaskan NU sbg ormas nepotisme berbasis kuantitas & history alias ‘tempurung lokal’ dgn kemasan nasional. Klaim kebhinekaan & kesetaraan yg diperjuangkan NU cuma omong kosong, hanya andalkan hegemoni bani Gus Dur dll,” jelasnya.

Faizal bahkan secara blak-blakan mengatakan bahwa pimpinan PBNU sebelumnya bertawak politisi, bukan sebagai seorang ulama.

“Wajar PBNU dlm 2 dekade ini, seolah ‘komplotan politisi siluman berkedok ulama’. Mrk disatukan atas klaim history sbg ormas terbesar, faktanya justru kerdil, berjalan mundur tanpa memberi solusi yg signifikan. Gusdurin & @saidaqil adlh aktor simbolik, daya rusak yg mereduksi NU!” ujarnya.

Lebih jauh, aktivis ini menyebutkan beberapa nama yang menurutnya berwatak politisi, bukan ulama.

“Gus Dur, Hasyim Muzadi, Aqil Siradj s/d Gus Baha yg kini dijagokan utk mimpin PBNU, mrk bkn ULAMA tp POLITISI. Itu2 aja, orgnya!” ungkapnya.

Sehingga menurutnya PBNU harus keluar dari tempurung agar eksistensinya tak merosot.

“Segelintir org klaim mrk ‘Wali’, jelas konyol. Keluar dari tempurung, agar eksistensiu & sumber daya NU tdk merosot, cari ulama yg bkn politisi!” imbuhnya.

Atas dasar itu, Faizal mengusulkan nama Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) sebagai Ketua PBNU selanjutnya.

Setidaknya HNW akan menyergarkan bagi PBNU dan menjadi bukti NU memiliki komitmen ukhuwah serta kebhinekaan.

“Begini, klu mau PBNU lepas dr watak kerdil, idealnya dipimpin seperti tokoh PKS pak @hnurwahid, toh beliau juga ulama NU. Ya setidknya menyegarkan dan bukti NU punya komitmen ukhuwah dan kebhinekaan,” pungkasnya.***

Sumber Berita / Artikel Asli : Galamedia

Berikan Komentar Anda

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + 1 =